Pacitan

Suhu Pacitan Capai 33 Derajat Celcius

PACITAN – Jalanan Pacitan kota lengang Jum’at (10/5). Nyaris tak ada kendaraan yang biasa berlalu lalang. Terik matahari yang menyengat jadi alasan warga beraktivitas di luar ruangan. Tengah hari kemarin misalnya suhu udara mencapai 33 derajat Celcius. Terasa sangat panas, apalagi bagi yang menjalankan puasa Ramadan.

Pemandangan sedikit berbeda terlihat di seputar alun-alun. Rindangnya pepohonan dimanfaatkan warga untuk berteduh. Mereka bersantai di taman tengah kota menunggu waktu berbuka. Kondisi serupa terlihat di kawasan Pantai Pancer Door, Ploso, Pacitan. Warga berduyun-duyun ngadem menikmati udara laut. ‘’Lumayan panas, tiga hari terakhir panas banget,’’ ujar Rizal, salah seorang warga yang sedang ngadem di Pancer Door.

Sudah jadi kebiasaan warga Sidoharjo, Pacitan, itu menghabiskan waktu dan bersantai usai bekerja di Pancer Door. Pegawai negeri sipil (PNS) tersebut memilih pantai lantaran udaranya lebih lembab ketimbang di kota. Pun suasanya tenang. ‘’Kalau pulang pasti ke sini. Kembali ke rumah nanti sekalian beli takjil,’’ ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat dalam tiga hari terakhir suhu udara naik turun. Normalnya, berkisar 27 hingga 28 derajat Celcius. Namun siang hari dapat mencapai 30 hingga 33 derajat Celcius. Meski terik BPBD menyebut normal. Sebab, saat ini memasuki musim peralihan dari penghujan ke kemarau. ‘’Biasanya saat siang panas sementara malam hari dingin. Itu tanda-tanda memasuki musim kemarau,’’ ujar Kasi Perencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati.

Meski menyengat, lanjut Dianita, lokasi Pacitan yang berbatasan dengan Samudera Indonesia membuat udara cukup lembab. Biasanya, berkisar 60 hingga 70 persen. Sehingga udara di pantai tak begitu menyengat. Sedangkan lokasi yang jauh dari pantai lebih panas. ‘’Angin juga mempengaruhi. Beberapa hari terakhir cukup bagus, kecepatannya sekitar 12 kilometer per jam.  Cukup menyegarkan bagi warga yang menjalankan puasa,’’ tambahnya.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Wawan Kasianto menambahkan untuk mencegah drop hingga jatuh sakit saat puasa, dia menyarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka. Pola ini dapat menjaga tubuh dari kekurangan carian. ‘’Cara ini paling mudah,’’ pungkasnya. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button