Ponorogo

Sugiri Dilantik, PDIP: Pemimpin Tidak Sekadar Menjabat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Banyak orang bilang bahwa hanya ada dua bupati Ponorogo. Yakni, Soemadi yang menjabat 1974-1984 dan Markum Singodimedjo (1994-2004). Soemadi dan Markum memang fenomenal. Nama pertama itu yang mengangkat para warok menjadi kepala desa.

Soemadi juga menyatukan grup reyog yang di Orde Lama terkotak-kotak sebagai underbow partai politik. Seniman reyog akhirnya bersatu dalam InTI ( Insan Taqwa Ilahi) yang diketuai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Mujab Thohir pada 1977. Di masa kepemimpinan Soemadi, prestasi Persepon moncer dengan home base kebanggaan di Stadion Batoro Katong.

Prestasi Markum tak kalah mengkilap. Bupati yang ngetop dengan sapaan Kanjenge itu cerdik menggaet anggaran dari pusat. Bangunan megah kantor pemkab berlantai delapan berdiri di era Markum. Pengaruh politikus Partai Golkar itu juga mengakar kuat. Patung-patung yang berdiri di sejumlah perempatan, di empat penjuru alun-alun, dan di depan paseban adalah peninggalan Markum.

Apakah Sugiri bakal menjadi bupati Ponorogo ketiga yang dikenang sepanjang masa? Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo Agung Priyanto meyakini tercapainya harapan itu. Sebab, setiap pemimpin bakal berupaya mencetak monumen politiknya masing-masing. Nah, Sugiri yang dilantik di Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/2) berpotensi meninggalkan jejak yang fenomenal selama kepemimpinannya.

‘’Pemimpin tidak sekadar menjabat. Saya yakin Sugiri memiliki kreativitas dan membawa style baru dalam kepemimpinannya untuk membawa Ponorogo hebat yang akan dikenang rakyat,’’ ucapnya seraya menyebut seorang pemimpin tidak boleh angkuh. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button