Madiun

Sudah Kangen Masuk Sekolah? Begini Penjelasan Dindik Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun tak ingin buru-buru menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Selain serangkaian persiapan matang, juga menimbang kesehatan siswa dan guru.

Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan, salah satu syarat menggelar PTM jika seluruh guru tuntas menjalani vaksinasi Covid-19. ‘’Itu berdasarkan rapat koordinasi (rakor) dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (Ditjen Pauddasmen) Kemendikbud, beberapa waktu lalu,’’ katanya, Selasa (16/3).

Sementara di Kota Madiun imunisasi guru belum tuntas. Sebagai opsi, pihaknya bakal menginventarisasi sekolah yang semua gurunya telah mendapat suntikan kekebalan tubuh. Selanjutnya diajukan ke Satgas Covid-19 Kota Madiun.

Hariyadi menyebut, total 1.959 guru di bawah naungan dindik. Terdiri dari guru TK, SD, serta SMP negeri dan swasta. ‘’Intinya tidak serentak. Bertahap seperti yang pernah dijalankan tahun lalu,’’ terangnya.

Hariyadi belum dapat memastikan kapan dimulai. Dia menyebut sebelum deadline PTM serentak yang dipatok pemerintah pusat Juli mendatang. Dindik sudah pernah menggelar persiapan Juni tahun lalu saat kota ini zona hijau. Bahkan, berhasil diujicobakan 9 November 2020 lalu. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button