Madiun

Subuh Berkah

ORANG bilang subuh waktu yang penuh berkah. Waktu yang penuh kebaikan. Waktu yang tepat untuk memulai aktivitas. Bagi umat muslim, waktu subuh merupakan waktu untuk mengerjakan ibadah. Bahkan, nilainya lebih besar daripada dunia dan seisinya. Banyak hadis dan ajaran ulama yang menyebutkan keutamaan di waktu subuh. Banyak orang berlomba menjadi pejuang subuh. Mengerjakan dua rakaat sebelum subuh dan salat Subuh berjamaah. Mengapa harus berjuang? Karena memang tidak mudah bagi yang belum terbiasa. Perlu dilatih dan dipaksa. Begitu juga dengan saya.

Sebagai umat muslim, saya juga terus berupaya melaksanakan salat Subuh tepat waktu. Mencari keberkahannya. Mendapatkan keutamaannya. Keberkahan bukan hanya dari segi ibadah kepada Tuhan. Namun, juga dari segi lain. Belakangan ini saya bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melaksanakan salat Subuh berjamaah dari satu masjid ke masjid lain. Tidak salat lantas pulang. Saya sengaja memanfaatkan waktu selepas salat untuk berdialog bersama jamaah yang hadir. Menggali aspirasi, saran, dan masukan.

Waktu subuh benar-benar berkah bagi saya. Puluhan masukan mengemuka dari belasan masjid yang sudah saya kunjungi. Mulai soal pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga permasalahan lain yang terjadi di lingkungan. Ada banyak masukan baru. Seperti saat di Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Josenan. Warga menyampaikan keluhan terkait pemakaian aset tanah pemkot, masalah tanah makam, hingga bekas tower telekomunikasi yang membahayakan masyarakat.

Begitu juga saat di Masjid Al Mutadin Kelurahan Banjarejo. Masyarakat mengusulkan perbaikan saluran gorong-gorong yang melintang di Jalan Sedoro. Jalan di atasnya mulai ambles. Memang masih bisa dilewati. Tetapi bisa membahayakan jika dibiarkan. Laporan seperti ini penting bagi pemerintah sebagai pelayanan masyarakat. Terutama penting bagi juga bagi saya. Wali kota sebagai lembaga pemerintah juga melayani masyarakat. Bagaimana saya bisa melayani jika tidak tahu permasalahan di masyarakat.

Usai berdialog saya sempatkan melihat kondisi gorong-gorong yang dimaksud. Saya bisa langsung mengambil kebijakan terkait itu. Petugas OPD terkait saya hubungi. Mulai dinas pekerjaan umum hingga PDAM. Di dalam gorong-gorong juga ada pipa PDAM. Saya tidak ingin keduanya saling menunggu. Harus ada instruksi jelas agar segera ditangani. Ini penting karena diburu waktu. Sebentar lagi musim hujan. Saluran harus baik. Apalagi, mengenai jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.

Dialog selepas salat Subuh berjamaah ini cukup efektif. Masalah-masalah yang sifatnya insidental bisa langsung dicarikan solusinya. Masyarakat juga terlayani. Mereka yang memiliki usulan tidak perlu lapor berjenjang. Pemerintah yang turun mendengarkan langsung. Waktu subuh juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tidak bisa hadir memberikan usulan saat pertemuan di kelurahan. Mulai tokoh sepuh masyarakat, ulama, maupun yang lain. Padahal, dari mereka muncul beragam masukan baru. Soal pemanfaatan aset pemerintah untuk pendidikan Alquran bagi anak-anak. Tatkala ini tidak diutarakan tokoh agama setempat, mungkin juga tidak akan segera mendapat jalan keluar.

Sebaliknya, kegiatan juga memberi beragam manfaat bagi pemerintah. Beragam sosialisasi mengemuka. Informasi lebih mudah diterima masyarakat di waktu subuh. Masyarakat masih fresh setelah istirahat malam. Upaya pemerintah memberikan imbauan tentang ketenteraman dan ketertiban bisa diterima dengan maksimal. Begitu juga dengan imbauan lain. Masyarakat juga perlu diingatkan tentang pentingnya menjaga kerukunan, menjaga lingkungan, dan bijak dalam mengelola informasi.

Seperti yang saya bilang, sebentar lagi musim penghujan. Pemerintah terus berupaya memperbaiki saluran agar aliran lancar. Hal itu bisa percuma tatkala masyarakat kurang peduli. Peran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan harus terus disosialisasikan. Begitu juga dalam menerima dan meneruskan informasi. Ini penting saat era seperti sekarang. Pesan seperti ini harus terus diberikan kepada masyarakat. Upaya menggali informasi dan media sosialisasi secara langsung ini akan terus pemerintah lakukan. Tidak hanya di waktu subuh. Juga di waktu lain. Inilah waktu subuh yang penuh berkah. Berkah bagi, pemerintah, saya, dan masyarakat. (*)

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button