AdvertorialMadiun

Strategi Pemkot Madiun Putus Ancaman Banjir Tahunan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman bencana banjir mengintai warga Kota Madiun jelang masuk musim hujan. Berbagai upaya mitigasi kemudian dilakukan Forkopimda untuk mencegah dampak bencana hidrometeorologi. Bentuk pencegahan itu dirumuskan dalam sebuah apel besar personel kesiapsiagaan bencana di Bantaran Kali Madiun, Rabu (11/11).

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan selama empat bulan ke depan, pasukan gabungan dari TNI/Polri, BPBD, Tagana, PMI, dan Pramuka siaga bencana. Mereka mendirikan dua posko yang siap mendampingi warga di daerah rawan banjir. Seperti Kelurahan Kelun, Tawangrejo, Pilangbango, dan Rejomulyo.

Masyarakat diimbau tidak buang sampah sembarangan. Juga, cepat melapor jika mendapati potensi bencana. Seperti pohon besar yang berpotensi tumbang saat diterpa angin kencang. Selain itu, dia menambahkan pengerukan sedimentasi di sejumlah sungai besar juga telah dilakukan sejauh ini.

Pun, Embung Pilangbango siap berfungsi sebagai wadah hujan. Meski begitu, kiriman air dari lereng Wilis patut diwaspadai. Khususnya bagi mereka yang tinggal di pinggir daerah aliran sungai (DAS). ‘’Tapi, kalau embung sudah penuh saat Kali Sono dan Kali Piring meluap, kita harus siaga,’’ kata Maidi.

Maidi mengaku kondisi topografi Kota Madiun berada pada daerah cekungan. Sehingga ketika ada kiriman air dari Kabupaten Madiun, banjir langsung melanda wilayah kota. Faktor lainnya adalah tinggi permukaan sungai lebih tinggi dari saluran air yang ada. ‘’Dengan demikian, perlu banyak pompa air untuk membuang air dari saluran ke sungai,’’ bebernya.

Saat ini jumlah pompa air di Kota Madiun ada delapan unit. Satu unit milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, sedangkan tujuh unit lainnya milik dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR).

Beberapa mesin pompa air milik pemkot itu disiagakan di Gang Pancasila, Nambangan Lor; Jalan Kaswari; Jalan Pandan; dan Kelurahan Pangongangan. Tiap pompa air memiliki kemampuan menyedot yang berbeda. Misalnya, mesin pompa di Jalan Kaswari mampu menyedot air sampai 800 liter per detik.

Sedangkan, pompa air di Gang Pancasila bisa menyedot air hingga 1.000 liter per detik. Kemudian, pompa air di Jalan Pandan mempunyai kemampuan daya sedot air sampai 1.500 liter per detik. ‘’Di luar itu, kami juga siagakan empat unit pompa air penyedot (kapasitas kecil) yang digunakan untuk mengatasi banjir di rumah-rumah penduduk,’’ jelasnya.

Bentuk tanggap darurat lainnya dengan menganggarkan alokasi dana bantuan kebencanaan sebesar Rp 250 juta. Anggaran itu digunakan untuk membeli makanan siap saji bagi warga yang terdampak banjir. Juga diperuntukkan warga yang terkena musibah kebakaran dan puting beliung. ‘’Mekanisme pemberian anggaran itu bergantung dari nilai kerugian yang ditanggung oleh warga terdampak bencana,’’ ujar Maidi. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button