Ngawi

Stop Layani Perekaman E-KTP Selama PPKM Darurat

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ratusan pemohon e-KTP terpaksa menunggu berhari-hari untuk dapat melakukan perekaman. Pasalnya, dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) menutup total layanan perekaman sejak 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. Gegaranya, ada 23 pegawai setempat yang terpapar Covid-19. ‘’Terpaksa ditutup total karena ada 23 pegawai kami yang positif korona,’’ kata Kepala Dispendukcapil Ngawi Sugeng, Selasa (13/7).

Puluhan pegawai itu terpapar sejak sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Seluruhnya merupakan pegawai yang berada di garis depan pelayanan di kantor dispendukcapil. Sugeng tak memungkiri petugasnya di garis depan rentan terpapar. ‘’Karena harus melayani sekitar 300 orang setiap hari,’’ bebernya.

Sugeng menegaskan, hanya layanan perekaman e-KTP yang ditutup total mulai 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. Dia menyebut, ada sekitar 20 hingga 30 remaja yang memasuki usia 17 tahun mengajukan perekaman e-KTP saban harinya. Jika ditotal, terdapat sekitar 360 pemohon yang terpaksa menunggu untuk bisa melakukan perekaman. ‘’Layanan akan kembali dibuka pada 21 Juli. Penundaan perekaman e-KTP juga berlaku di setiap kecamatan,’’ terangnya.

Sementara permohonan perbaikan data kependudukan tetap dilayani secara daring. Jumlahnya sekitar 150 pemohon setiap hari. Dispendukcapil juga melayani pembuatan KK, akta kelahiran, dan akta kematian secara daring. Sugeng berharap ledakan kasus seperti ini tidak lagi terulang. ‘’Kami selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam melayani masyarakat,’’ pungkasnya. (sae/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button