Madiun

Stop Kegiatan Masyarakat di Seluruh Wilayah Wungu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Gegara muncul klaster mantenan di Desa Bantengan dan Mojopurno, wilayah lain di Kecamatan Wungu terdampak. Mengacu ledakan kasus Covid-19 hasil rapid test antigen tersebut, kebijakan khusus bakal diterapkan di wilayah kecamatan ini. ‘’Segala jenis kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan kami larang,’’ kata Camat Wungu Junaedi, Rabu (16/6).

Junaedi menyebut, salah satu kegiatan masyarakat yang dapat memicu kerumunan masyarakat adalah resepsi pernikahan. Sehingga, larangan juga berlaku untuk kegiatan tersebut. Hiburan dalam resepsi pernikahan yang paling dilarang dalam situasi pandemi sekarang ini.

Sebab, berbagai jenis hiburan memantik kerumunan masyarakat. Sehingga, berpotensi menjadi titik persebaran virus korona. ‘’Harap masyarakat memahami. Tidak hanya hajatan, tapi kegiatan lain seperti pengajian juga dilarang,’’ ujarnya.

Sejatinya, pembatasan kegiatan masyarakat di masa pandemi sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Madiun tentang PPKM Mikro. Junaedi menyampaikan, tidak ada larangan bagi masyarakat untuk menikah. Namun, yang dilarang kerumunan resepsi pernikahannya.

Dia menuturkan, hajatan pernikahan boleh dilaksanakan dengan pembatasan. Yakni, kedatangan tamu diatur sedemikian rupa dengan maksimal tiga sif. Per sif maksimal 50 orang. ‘’Jadi, akad nikah tetap boleh dilaksanakan. Tapi, dilarang keras untuk hiburannya,’’ tegas Junaedi.

Ledakan kasus Covid-19 di Bantengan dan Mojopurno haram terulang di desa lain. Junaedi berjanji bakal memperketat penerapan protokol kesehatan di wilayahnya. ‘’Sampai kapan larangan berlaku? Sampai kondisi membaik. Atau, kalau ada petunjuk atau SE lebih lanjut dari bupati dalam menyikapi kondisi Covid-19 di Kecamatan Wungu,’’ terangnya.

Terpisah, Kapolsek Wungu AKP Isnaini Ujianto membenarkan bahwa hajatan dan kegiatan lain yang menimbulkan keramaian distop lebih dulu. Hanya akad nikah yang diperbolehkan dengan pembatasan 10 orang yang terlibat dalam acara.

Keputusan itu diambil setelah kasus positif Covid-19 meledak di dua desa tersebut usai hajatan mantenan. Yakni, 66 kasus positif di Desa Bantengan dan 22 kasus di Mojopurno. ‘’Nanti kalau ada hajatan dengan hiburan atau menimbulkan kerumunan, akan kami tindak tegas,’’ janji Kapolsek. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button