Ponorogo

Status Ponorogo Tetap Zona Oranye

Ronowijayan Klaster Penularan Tertinggi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Status zona oranye Bumi Reyog belum berubah. Kasus positif Covid-19 sulit dibendung. Selasa (14/7) bertambah satu kasus baru. ‘’Tingkat penularan jadi salah satu penentu,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Tambahan kasus, perempuan 48 tahun, warga Keniten, Ponorogo. Pekerja migran yang baru pulang dari Hongkong akhir Maret lalu. Pada 2 Juli rapid test untuk kembali ke Hongkong. Hasilnya reaktif. Setelah diuji swab, positif. ‘’Hasil tracing, suaminya ke Malang pertengahan Juni lalu dan sempat menginap dua minggu. Suami dan anaknya juga akan diambil swab besok (hari ini, Red),’’ jelasnya.

Secara spesifik, Ipong menyebut Ronowijayan jadi klaster dengan tingkat penularan tinggi. Pasien pertama di klaster tersebut perempuan sosialita berusia 51 tahun. Kasusnya berkembang ke anak, cucu, bahkan pembantu dan keluarganya. Sudah lintas desa/kelurahan hingga Bangunsari (Kecamatan Ponorogo) dan Patihan Kidul (Siman).

Satgas penanggulangan Covid-19 sudah melakukan berbagai cara. Melacak kontak para pasien, rapid test, dan uji swab. Para pasien positif juga telah diisolasi. Namun, asal-usul penularan dari pasien pertama (sosialita) belum jelas. ‘’Ronowijayan salah satu faktor yang menjadikan Ponorogo zona oranye,’’ sebut bupati.

Tak henti bupati menegaskan pentingnya mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dalam beraktivitas. Disiplin adalah vaksin dalam menekan penyebaran virus korona. Saat ini, lanjut Ipong, fasilitas laboratorium pemerintah sudah overload. ‘’Sehingga, antrean pemeriksaan semakin panjang dan rilis hasil juga lebih lama,’’ terang Ipong. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close