Madiun

Standar Diturunkan Tetap Kesulitan

39 Peserta Buang Kesempatan Menjadi Abdi Negara

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – 39 peserta membuang kesempatan menjadi abdi negara. Puluhan CPNS itu absen di hari pertama seleksi kompetensi dasar (SKD) Senin (27/1).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun Haris Rahmanudin menerangkan, ketidakhadiran 39 peserta itu bergelombang. Awal pelaksanaan pada sesi II absen 14 peserta, sesi III (6), sesi IV (7), dan sesi V (12). Total 761 peserta yang hadir seleksi. ‘’Sesuai tata tertib, langsung dinyatakan gugur,’’ ujarnya.

Passing grade CPNS tahun ini turun dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 24/2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019, nilai ambang batas untuk tes karakteristik pribadi (TKP) 126, tes intelegensi umum (TIU) 80, dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 65. ‘’Jumlah soal TWK 30, TIU 35, dan TKP 35 soal,’’ urainya.

Namun, bobot materi soal hampir sama dengan tahun sebelumnya. Alin Anindiya, peserta asal Ngawi, sempat kesulitan mengerjakan soal karena baru kali pertama mengikutinya. Kendati nilai yang didapat dari ketiga jenis tes di atas passing grade. ‘’Lolos tidaknya nanti setelah di-ranking,’’ katanya.

Kesulitan yang sama sempat dirasakan Alvan Alif Adiarta, 28, dari Jombang. Menurutnya, bobot materi TWK dan TIU lebih sulit tahun ini dibanding tahun sebelumnya. ‘’TKP itu tergantung masing-masing. Tahun lalu kebetulan juga ikut berpartisipasi,’’ ujar Alvan.

Sekda Kota Madiun Rusdiyanto meminta agar seluruh peserta mengesampingkan tawaran dalam bentuk apa pun. Dia tidak ingin peserta menjadi korban dari orang-orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan peluang. SKD CPNS dilaksanakan secara transparan. ‘’Waktu yang disediakan 90 menit untuk menjawab 100 pertanyaan. Jadi, manfaatkan sebaik-baiknya,’’ kata Rusdiyanto.

Sementara itu, Kepala BKN Kanreg II Surabaya Tauchid Djatmiko menyarankan seluruh peserta menjawab seluruh pertanyaan yang tersedia. Peserta juga tidak diperkenankan berdiskusi dengan peserta lain. Karena dipastikan soal seleksi  antara satu dengan yang lainnya berbeda. ‘’Peserta harus teliti dan tidak salah memasukkan identitas,’’ ujar Tauchid.

Kemarin selain kota setempat ada tiga kota/kabupaten lain di Jatim yang turun melaksanakan SKD CPNS. Yakni, Kota Malang, Probolinggo, dan Sumenep. ‘’Kalau di Jatim rata-rata SKD-nya dilaksanakan secara mandiri. Kota Madiun ini sangat siap,’’ tuturnya.

Indikator kesiapan itu dinilai dari kesanggupan menyiapkan sarpras dan personel mulai registrasi, pemeriksaan peserta, serta ruang untuk publik (pos kesehatan dan ruang tunggu keluarga). ‘’Juga kesiapan anggaran,’’ imbuhnya.

SKD CPNS kali ini menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Ada tiga materi seleksi yakni tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Diikuti 3.781 peserta. Kuota yang dibutuhkan Kota Madiun hanya 164 formasi. Masing-masing 67 tenaga pendidik, 50 tenaga kesehatan, dan 47 tenaga teknis. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close