AdvertorialPonorogo

Spesifikasi Berkelas Rebuild Pasar Legi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Megaproyek Pasar Legi resmi dimulai. Tiang pancang pertama konstruksi pasar yang dinanti-nantikan masyarakat itu akhirnya tertancap Senin (24/2).

Ditandai sirine yang dibunyikan bersama Bupati Ipong Muchlissoni dan jajaran forkopimda, serta para perwakilan dari Kementerian PUPR dan PT Adhi Persada Gedung (PT APG). ‘’Pasar Legi akan menjadi pasar rakyat terbesar di Jatim dan pasar pertama dengan konsep bangunan gedung hijau (BGH) di Indonesia,’’ ungkap Bupati Ipong.

Penancapan tiang pancang pertama konstruksi rebuild Pasar Legi dirangkaikan dalam berbagai kegiatan. Mulai khataman Alquran hingga doa bersama dan tasyakuran. Pukul 09.00, Ipong memimpin peresmian pekerjaan konstruksi pasar dengan pagu proyek senilai Rp 165 miliar itu. Ipong mengaku bahagia. ‘’Syukur alhamdulillah. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya pembangunan Pasar Legi dapat direalisasikan,’’ ucapnya.

Ipong lantas mengenang proses panjang penyiapan megaproyek yang dilaksanakan PT APG tersebut. Dia tak lelah memperjuangkan proyek tersebut di tingkat pusat. Melobi Kementerian Perdagangan, Kementerian PUPR, bahkan hingga ke Presiden Joko Widodo. Supaya proyek dapat direalisasikan pemerintah pusat sesuai yang diharapkan masyarakat. Hingga akhirnya, kabar baik yang dinanti-nanti itu berembus. ‘’Terakhir ada perubahan kebijakan di tingkat pusat. Bahwa seluruh proyek fisik harus ditangani Kementerian PUPR. Memang cukup memakan waktu, tapi alhamdulillah sekarang bisa terealisasi,’’ tutur Ipong.

Ipong menegaskan, Pasar Legi akan dibangun dengan spesifikasi berkelas. Menempati lahan seluas 32.170 meter persegi, dibangun empat lantai. Terdapat fasilitas parkir di tiga lantai. Di lantai teratas akan berdiri masjid dengan kapasitas 500 jamaah. ‘’Kami berharap Pasar Legi menjadi sentra ekonomi sekaligus wisata bagi masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian daerah,’’ ujarnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim Kementerian PUPR Dardjat Widjunarso mengungkapkan, spesifikasi BGH yang melekat dalam pembangunan ini diharapkan dapat menunjang denyut niaga di Pasar Legi. Pasar akan sebanyak mungkin mengurangi ketergantungan pada listrik dan memaksimalkan pencahayaan luar. Sirkulasi udara akan diperhatikan dengan baik, serta pengolahan limbah akan didesain ramah lingkungan. ‘’Pasar Legi juga akan menerapkan proteksi tinggi dalam sistem keamanannya,’’ jelasnya. (naz/c1/fin/adv)

Dewas Siap Kawal Pembangunan

WAKIL rakyat mendukung penuh kerja PT Adhi Persada Gedung (PT APG) dalam menuntaskan megaproyek Pasar Legi. Kontraktor pelat merah itu dipandang kompeten dalam menangani megaproyek dengan pagu anggaran senilai Rp 165 miliar. Wakil rakyat pun berjanji akan mengawal jalannya proyek yang didanai anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) itu hingga tuntas. ‘’Mari dukung dan beri kesempatan PT APG untuk bekerja,’’ kata Ketua DPRD Sunarto Senin (24/2).

TASYAKURAN: Bupati Ipong Muchlissoni, Ketua DPRD Sunarto, perwakilan PT Adhi Persada Gedung, dan para forkopimda memotong tumpeng sebelum meresmikan megaproyek Pasar Legi.

Pasca terbakar hebat 2017 silam, Pasar Legi akhirnya resmi dibangun kembali oleh PT APG. Anak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) PT Adhi Karya itu memenangi lelang yang diikuti oleh ratusan peserta. Penunjukan PT APG, kata Sunarto, membuktikan bahwa pemerintah pusat percaya terhadap kompetensi perusahaan tersebut. Sudah sepatutnya masyarakat juga ikut memberi kepercayaan dan mendukung pelaksanaan proyek. ‘’Rekam jejak dan kompetensi PT APG dalam bidang pembangunan gedung sangat baik,’’ ungkapnya.

Sunarto sempat berdiskusi langsung dengan direksi PT APG. Dia menanyakan langsung kesanggupan mereka. Mengingat proyek ini sangat dinanti oleh masyarakat Ponorogo. PT APG meyakinkan Sunarto bahwa mereka kompeten. Waktu yang ada dirasa cukup untuk menuntaskan proyek tersebut. ‘’Menurut perhitungan PT APG, konstruksi pasar paling cepat dapat terselesaikan pada pertengahan tahun ini,’’ sebut politisi Partai NasDem itu.

Wakil rakyat juga sempat menanyakan kesiapan PT APG dalam menghadapi cuaca sebagai tantangan pelaksanaan proyek. Kepada wakil rakyat, kontraktor menyatakan kesiapannya bekerja meski dalam kondisi hujan sekalipun. Kecuali ketika hujan turun dengan lebatnya. Sebab, PT APG ingin hasil pekerjaan mereka berkualitas. ‘’DPRD senantiasa akan mengawal pembangunan Pasar Legi hingga akhir. Agar kelak dapat menjawab segenap harapan masyarakat Ponorogo,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close