CPNSMagetan

Spanduk Gagal, Honorer Ancam Mogok

MAGETAN – Spanduk dan baliho berisi protes para tenaga honorer di Magetan atas aturan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 sudah dilepas. Bukan karena sudah direspons pemerintah pusat. Melainkan izin pemasangannya telah kedaluwarsa. ‘’Memang belum ada hasil, tapi tenaga honorer daerah lain mengikuti langkah kami,’’ kata Sekretaris Forum Honorer Kategori Dua (FHK-2) PGRI Kabupaten Magetan Hadi Warsito, Kamis (4/10).

Bahkan, dia mengklaim FHK-2 se-Jatim sudah melaksanakan aksi pasang spanduk tersebut. Mereka juga sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk melanjutkan aksi dan membuat kesepakatan. Mereka tetap menolak aturan atau menunda pelaksanaan seleksi CPNS 2018. Sesuai kesepakatan rapat bersama Komisi II DPR RI dengan pemerintah pada 23 Juli lalu. ‘’Karena tidak memihak dan mengakomodasi tenaga honorer K-2 secara keseluruhan,’’ ujarnya.

Pemerintah pusat harus segera menuntaskan keberadaan tenaga honorer tersebut. Mereka menagih janji pemerintah dan komisi II yang sudah disepakati 15 September 2015 silam. Yakni, mengangkat secara bertahap 440 ribu tenaga honorer. Mulai tahun 2016—2019 mendatang. ‘’Kami menagih janji Presiden Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 dulu,’’ tekannya.

Tenaga honorer, kata Hadi, merupakan masalah bangsa yang butuh penyelesaian secara arif dan bijaksana. Jokowi bisa menerbitkan keputusan presiden atau peraturan pemerintah untuk menuntaskannya. Namun, jika masih mengabaikan para tenaga honorer, langkah tegas bakal diambil. Mereka mengancam mogok secara nasional. ‘’Saat pelaksanaan ujian nasional,’’ ungkapnya.

Hasil kesepakatan dalam rakor bersama PGRI Jatim itu bakal diserahkan kepada Presiden Jokowi. Sehingga bisa jadi bahan pertimbangan agar memperhatikan nasib para tenaga honorer. Bukan hanya tenaga K-2, namun juga non-K-2 yang jumlahnya lebih banyak. Daerah lain pun melakukan aksi serupa dan tetap kompak bersama forum non-K-2. ‘’Kami masih bersuara bersama,’’ tuturnya.

Namun, tidak semua anggota FHK-2 ikut aksi pemasangan spanduk itu. Mengingat tenaga honorer K-2 di Magetan terbelah. Namun, jika pemasangan spanduk itu berhasil, semua tenaga honorer K-2 akan merasakan manisnya. Pun jika masih belum ditanggapi pemerintah pusat. ‘’Kami tidak ikut (pasang spanduk, Red),’’ kata Ketua FHK-2 Kabupaten Magetan Purwati. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button