AdvertorialNgawi

Sosialisasi Cukai Lanjut di Kecamatan Pangkur

Dikembalikan ke Rakyat dalam Bentuk Pembangunan

NGAWIJawa Pos Radar Ngawi – Sosialisasi tentang cukai belum usai. Kamis  (8/10) tim Bagian Administrasi dan Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Ngawi bersama KPP Bea dan Cukai Madiun giliran menyambangi Kecamatan Pangkur.

Sosialisasi kali ini ditekankan pada pentingnya membeli rokok legal maupun barang lainnya yang bercukai resmi. Sebab, pada akhirnya pungutan cukai dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pembangunan berbagai sektor. Salah satunya diwujudkan dalam dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Untuk Ngawi, DBHCHT tahun ini mencapai Rp 21,05 miliar. ”DBHCHT yang dialokasikan ke Dinkes Ngawi bisa untuk membiayai pembangunan puskesmas, belanja obat, dan lainnya,” kata Kabag Administrasi Perekonomian Setda Ngawi Aris Dewanto usai acara sosialisasi.

Aris menjelaskan, rokok merupakan produk mengandung zat adiktif sehingga harus diatur penggunaan dan peredarannya. Pun, konsumen perlu  mendapatkan petunjuk tentang kadar tar dan nikotin pada kemasannya.

Faizal Wartomo, pejabat fungsional pemeriksa KPP Bea dan Cukai Madiun, mengimbau masyarakat agar tidak membeli rokok ilegal. Sebab, selain berpotensi mengurangi pendapatan negara, juga dapat membahayakan kesehatan.  ‘’Karena tidak tahu persis kandungan dan takaran bahan pada rokok ilegal,’’ ujarnya. ”Ada uji laboratorium rokok sebelum mengajukan izin edar,’’ imbuhnya. (rio/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close