Madiun

Solusi Warga Liposos yang Belum Siap Pergi

MADIUN  – Penghuni Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) dirundung dilema. Para gelandangan dan pengemis (gepeng) yang diberi pelatihan, rehabilitasi, dan menghuni penampungan sementara itu terlanjur betah. Sedikitnya 40 dari total 63 kepala keluarga (KK) berstatus warga Kabupaten Madiun. Namun, mereka harus bersiap hengkang karena bangunan di Desa Sambirejo, Jiwan itu aset milik pemerintah. ‘’Mereka tidak memiliki izin tinggal meski diberi kelonggaran,’’ kata Suyatno, ketua RT 27/RW 03, desa setempat.

Suyatno mengatakan, warga liposos telah diberi informasi ihwal pindah sewaktu-waktu. Akan tetapi, kebanyakan keberatan hengkang karena terlanjur nyaman. Apalagi kebanyakan sudah memiliki usaha hingga membuat kondisi ekonominya membaik. Muncul kekhawatiran kembali menjadi gepeng bila diminta pindah. ‘’Tapi ada penegeasan kalau memang nanti harus pindah, tetap akan pindah,’’ ujarnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati menyatakan, pelatihan tetap diberikan ketika puluhan warga itu diharuskan pergi. Fasilitas tempat layak juga disediakan. ‘’Tahun ini kami berikan pelatihan menyesuaikan minat penghuni,’’ katanya. (fat/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close