MagetanPendidikan

Solusi Jomplangnya Jumlah Tenaga Pendidik di Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Problematika guru mendapat perhartian dari Bupati Magetan Suprawoto. Beda jenjang pendidikan, beda pula permasalahannya. Jenjang sekolah dasar (SD) kekurangan hingga 1.000-an guru. Sementara jenjang sekolah menengah pertama (SMP) jumlah guru berlebih. ‘’Kelebihan ini terjadi pada beberapa guru mapel (mata pelajaran) SMP,’’ katanya Jumat (1/11).

Namun, para guru tersebut tak lama lagi memasuki purnatugas. Sehingga, tidak begitu jadi masalah besar jika jam mengajar mereka tidak terpenuhi 24 jam seminggu. ‘’Guru lain yang tidak terpenuhi jam mengajarnya bisa mengambil jam mengajar yang ditinggalkan guru pensiun tersebut,’’ ujar Kang Woto, sapaan Suprawoto.

Masalah yang lebih serius pada jenjang SD yang kekurangan 1.321 guru. Tak hanya guru kelas, namun juga mapel. Sedangkan kuota pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tak sebanding dengan kebutuhan Pemkab Magetan. Sehingga, setelah seleksi CPNS 2019 nanti, jumlah guru jenjang SD tidak akan terpenuhi. ‘’Tidak seimbang antara formasi CPNS dan yang pensiun,’’ ungkapnya.

Kang Woto pun minta dinas pendidikan pemuda, dan olahraga (disdikpora) memetakan permasalahan tenaga pendidik tersebut. Terutama sekolah yang kelebihan dan kekurangan guru. Sehingga, bisa dicarikan jalan keluar sembari menunggu seleksi CPNS. ”Sepengetahuan saya, guru harus merangkap dan dibantu guru relawan,’’ terangnya.

Sebelumnya, Kadisdikpora Magetan Suwata memerinci jenjang SD defisit 960 guru kelas, 130 guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), dan 200 guru pendidikan agama Islam (PAI). Sedangkan formasi penerimaan CPNS 2019 hanya dijatah 210 guru. ‘’Memang kurang banyak. Tapi, kami maksimalkan yang ada dengan peningkatan kualitas,’’ terangnya.

Sedangkan kelebihan guru di jenjang SMP diakali dengan alih jenjang. Guru-guru yang tidak terpenuhi jam mengajar bisa jadi guru SD. Dengan catatan background pendidikan mereka linier. Bila tidak, mereka bisa menempuh kuliah lagi dengan mengambil jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD). Ada 31 guru yang tidak terpenuhi jam mengajar tersebut. ‘’Sudah ada yang alih jenjang dan ada yang kuliah lagi,’’ bebernya. (bel/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button