Pacitan

Solidnya Komunitas Lensa Indie Pacitan Tak Tertandingi

Jaga Kekompakan Anggota lewat Komunikasi di Medsos

Tidak banyak komunitas yang bisa kompak hingga bertahan belasan tahun. Dari sedikit itu, ada Komunitas Lensa Indie Pacitan (KLIC). Apa rahasia eksistensi tersebut?

============================ 

SRI MULYANI, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

CIKAL bakal Komunitas Lensa Indie Pacitan (KLIC) dimulai 2008 silam. Bayu Robbie, perintis komunitas fotografi, itu bertemu dengan tiga kawan yang memiliki hobi memotret. Mereka lantas membentuk sebuah komunitas dengan tujuan saling bertukar ilmu fotografi. ‘’Awalnya bernama Indie Fotografi,’’ kata Bayu.

Dua tahun berselang, empat sekawan itu memutuskan membuat grup Facebook (FB). Pergerakan dan kegiatan Indie Fotografi diharapkan bisa dikenal luas. Langkah tersebut terbukti jitu. Banyak warganet yang bergabung hingga akhirnya melakukan kopi darat (kopdar). ‘’Selain peran medsos, bertambahnya anggota karena cerita dari mulut ke mulut,’’ ujarnya.

Jumlah anggota mencapai 30 orang pada 2012. Pesatnya perkembangan membuat komunitas membentuk struktur kepengurusan dan berganti nama menjadi KLIC. Sekitar 97 persen anggota adalah pria berkeluarga dan mempunyai anak. Beberapa memiliki usaha studio foto. ‘’Hunting foto, kopdar, dan menggelar pameran foto rutin dilakukan,’’ tutur Bayu.

Karena kesibukan masing-masing, anggota KLIC sulit bisa berkumpul bersama.  Di KLIC, rumah seluruh anggota adalah markas. Jika ingin berkumpul, tinggal disepakati ingin di rumah siapa. ‘’Kalau di medsos, komunikasi masih terjaga,’’ ungkapnya.

Objek foto anggota komunitas yang diketuai Yordan Dinata Mutohar itu tidak dibeda-bedakan. Bisa wedding, tanaman, hewan, pantai, atau gunung. Meski bermunculan banyak komunitas fotografi, KLIC tetap solid hingga kini. ‘’Yang membedakan tentu usia. Selain itu, solidaritas, guyub rukun, dan rasa kekeluargaan yang tinggi,’’ kata Yordan sambil mengklaim KLIC adalah komunitas fotografi pertama di Pacitan.

Tidak jarang KLIC menggelar workshop dan seminar fotografi di lembaga pendidikan. Ke depannya, regenerasi anggota akan diterapkan. ‘’Kami coba mengenalkan dunia fotografi ke anak-anak sekolah,’’ ujarnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close