AdvertorialMadiun

Solidaritas ASN Kota Madiun Bantu Warga Terdampak Pandemi Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Maidi menyerukan kepada para aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan BUMD Pemkot Madiun untuk melakukan aksi solidaritas. Salah satunya berkenaan dengan sumbangan sukarela kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Selanjutnya hasil sumbangan yang terkumpul nantinya diwujudkan dalam bentuk paket sembako. Seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.

Maidi mengatakan bantuan tersebut bakal mulai digulirkan setelah tanggal 20 April kepada para pekerja informal. Menurutnya skema bantuan ini berbasis gotong royong. Sehingga, tidak ada paksaan bagi ASN dan patokan nilai sumbangan. “Jadi, sifatnya sukarela,” katanya Selasa (14/4).

Diungkapkannya uluran tangan dari para ASN sangat dibutuhkan bagi para pekerja informal yang kehilangan pendapatan karena wabah virus korona. Ini dilakukan agar mereka optimal berdiam diri di rumah tanpa perlu memikirkan kebutuhan pokok. “Penyaluran bantuan sendiri akan dilakukan mulai 20 April dan kembali dievaluasi melihat situasi dan kondisi selanjutnya,” ujar Maidi.

Mantan Sekda Kota Madiun itu mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh ASN melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun. Donasi itu diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, namun juga mendorong ekonomi khususnya sektor UMKM. ‘’Bisa jadi UMKM sambal itu ada 180, ini coba kami analisis. Bagaimana UMKM bisa berjalan dan dapat meringankan warga yang terdampak,’’ papar Maidi.

Sementara itu, Sekda Rusdiyanto mengatakan kebijakan tersebut sebagaimana hasil rapat TGTPP Covid-19 Kota Madiun. Dalam rangka membantu penanganan dampak Covid-19. Seluruh ASN diminta tergerak peduli untuk menyisihkan sebagian rejeki sesuai keikhlasan masing-masing. ‘’Melihat kondisi yang berkembang saat ini sehingga dapatnya teman-teman ASN punya kepedulian dengan menyisihkan sebagian rejeki,’’ kata Rusdiyanto.

Hasil pengumpulan bantuan atau donasi berupa uang tunai dihimpun di masing-masing OPD maupun BUMD. Selanjutnya dikumpulkan terpusat ke sekretariat daerah di Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Kota Madiun paling lambat 24 April mendatang. ‘’Selanjutnya akan dilihat kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk masyarakat,’’ ujarnya.
Rusdiyanto yang juga menjabat sebagai Sekretaris I TGTPP Covid-19 Kota Madiun itu membeberkan setelah donasi terkumpul selanjutnya dilakukan inventarisir kebutuhan masyarakat. Intinya, dana donasi akan dialokasikan untuk pembelian sembako yang dibagikan untuk warga. ‘’Pengusaha saat ini juga lesu, karyawan dipulangkan, ini tentu situasi sulit yang harus mendapatkan kepedulian dari kita semua,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan TGTPP tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan industri kecil. Misalnya pengusaha sambal pecel yang semakin lesu karena dampak Covid-19. Dimungkinkan pengusaha itu akan diajak kerja sama untuk memproduksi sambal pecel yang nantinya dibeli menggunakan donasi yang terkumpul tersebut. ‘’Selanjutnya dijadikan satu dengan sembako yang dibagikan ke masyarakat,’’ terangnya.

Ditargetkan donasi terkumpul maksimal 20 April mendatang. Tidak ada patokan besaran terkait donasi itu. Seluruhnya diserahkan ke person dan OPD serta BUMD masing-masing. Dengan bantuan itu, lanjut Rusdiyanto, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close