Madiun

Soal Toko Modern, Pedagang Pasar Tradisional Minta Ketegasan Pemkab

MADIUN – Telanjur berdirinya dua toko modern merebut rezeki pedagang di Pasar Pagotan. Sayangnya, santer keluhan pedagang di pasar rakyat itu kurang begitu terdengar. Terbukti dari wacana merelokasi dua minimarket yang baru mengemuka belakangan ini.

Supringah yang puluhan tahun berdagang di Pasar Pagotan merasa tersisihkan. Dia mengaku rezeki tak selancar dulu lagi. ‘’Sejak dua toko modern itu berdiri di sekitar sini,’’ katanya.

Harapannya kembali bersemi begitu mendengar wacana merelokasi minimarket yang telanjur berdiri. Dia berharap pemkab benar-benar merealisasikan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan pasar rakyat yang juga baru selesai renovasi akhir tahun lalu. ‘’Aku iki wong cilik Mas, kalah ambek sing nduwe modal (saya ini rakyat kecil Mas, kalah bersaing dengan yang punya modal, Red),’’ keluhnya.

Di Jiwan, Sunarti kesal dengan sikap pemkab yang terkesan melunak menyikapi menjamurnya toko modern tak mengantongi izin usaha toko swalayan (IUTS). Pihaknya sampai mengancam mogok membayar retribusi jika pemkab tak tegas menindak pelanggaran. Itu dibayarkan harian melalui Asosiasi Pedagang Pasar Jiwan (APPJ). ‘’Jangan setengah hati menindak pelanggaran ini (toko modern, Red),’’ pinta pedagang Pasar Sukolilo itu.

Sunarti patut merasa terancam lantaran toko modern juga berdiri kurang dari 500 meter dari Pasar Sukolilo. ‘’Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan kehadiran mereka (toko modern, Red). Tapi, harus ikuti aturan,’’ tegasnya.

Pedagang lainnya, Muhammad Hadiyanto, menegaskan bahwa mereka yang tergabung APPJ mendukung sepenuhnya keputusan penyegelan toko modern tak ber-IUTS tersebut. ‘’Kalau memang aturannya seperti itu, harus ditegakkan,’’ katanya.

Sampai saat ini, keputusan pemkab untuk moratorium toko modern tetap bulat. Menjamurnya minimarket beberapa tahun terakhir harus dibatasi. Sudah berdiri 69 toko modern di 13 kecamatan. DPMPTSP sampai menolak pengajuan IUTS dari 5 toko modern yang saat ini juga telanjur berdiri. Besok (28/2), lima toko modern itu bakal ditempeli stiker segel oleh satpol PP. ‘’Kami serius lakukan pembatasan,’’ tegas Kepala DPMPTSP Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto.

Kepala Disperindakop-UM Anang Sulistyono turut mempertanyakan berdirinya lima toko modern sebelum mengantongi IUTS tersebut. ‘’Sampai saat ini, kami belum keluarkan rekomendasi,’’ katanya. (mgd/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close