Mejayan

Soal Sistem Ganjil Genap Pasar, Pemkab Madiun Cari Solusi Hindari Gejolak

Disperdakop-UM Catat Tiga Aspek Krusial

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Rencana Pemkab Madiun menerapkan sistem ganjil genap pasar rakyat terus dimatangkan. Tiga aspek menjadi catatan dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakop-UM) sebelum menerapkan kebijakan yang diyakini bisa membendung penularan Covid-19 itu di enam pasar pilot project. ‘’Kesiapan SDM (sumber daya manusia, Red), permodalan, dan validasi data pedagang,’’ kata Sekretaris Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi Minggu (7/6).

Agus menjelaskan, fokus kesiapan SDM bukan hanya saat pelaksanaan, tapi juga ketika muncul indikasi kasus. Penanganannya harus konkret. Pengawasan keluar-masuk pedagang atau pengunjung melalui satu pintu. Instansi lain dirasa perlu terlibat agar penerapan ganjil genap bisa maksimal. ‘’Salah satunya terkait edukasi kepada pedagang dan pengunjung,’’ ujarnya. 

Disperdakop-UM butuh waktu untuk memvalidasi data pedagang. Sebab, sistem ganjil genap bukan sekadar memberikan nomor urut kepada pedagang. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu perlu memikirkan nasib pedagang yang barang dagangannya mudah busuk, ketersediaan komoditas, serta kecenderungan memasok banyak barang saat harga turun. ‘’Masih kami carikan solusi agar tidak terjadi gejolak di lapangan,’’ katanya.

Berdasar survei disperdakop-UM, sistem perputaran ekonominya harian. Sebagian pedagang juga menggunakan modal dagang pinjaman bank. Mereka punya tanggung jawab membayar cicilan. Beratnya kondisi ekonomi pedagang di masa pandemi adalah faktor krusial penerapan ganjil genap. ‘’Hal-hal tersebut yang menjadi alasan pedagang menolak rencana ganjil-genap,’’ ujar Agus.

Agus mengatakan, enam pasar dipilih sebagai percontohan memaksimalkan jaga jarak fisik dan menyongsong normal baru. ‘’Aktivitas enam pasar itu cukup tinggi saat pandemi Covid-19 dilihat dari jumlah pedagangnya,’’ ungkapnya seraya menyebut rata-rata pedagang yang aktif separo dari jumlah terdaftar.

Dia menekankan, pedagang atau pengunjung harus saling menjaga dan memahami pemberlakuan ganjil genap. Sebab, apabila ada satu terkonfirmasi positif, maka imbasnya bisa menyeluruh. ‘’Kalau itu terjadi di pasar, tidak menutup kemungkinan akan ada penutupan,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close