Advertorial

Soal Percepatan Pemulihan Ekonomi, Dewan Berikan Rekomendasi Pemkot Madiun Ini

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peningkatan daya beli masyarakat menjadi hal yang ditekankan para anggota DPRD Kota Madiun dalam menyikapi LKPj wali kota 2020. Untuk itu dewan merekomendasikan agar pemkot mengoptimalisasi program bantuan sosial dan berusaha menekan laju inflasi. ‘’Penciptaan lapangan kerja juga penting,’’ kata Wakil Ketua II DPRD Kota Madiun Armaya dalam rapat paripurna di gedung dewan, Jumat (26/3).

Di sisi lain, dewan menyarankan pemkot mempercepat realisasi konsumsi pemerintah -belanja APBD- dengan mengutamakan sumber daya dan produk lokal. Tujuannya agar produksi barang dan jasa masyarakat bergerak kembali. Sekaligus melindungi sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan untuk menjaga stabilitas pangan.

Ya, hasil pembangunan ekonomi Kota Madiun sejak 2019 mengalami perlambatan. Ekonomi hanya tumbuh 5,69 persen. Turun dibanding tahun sebelumnya. Kondisi itu diperburuk adanya pandemi Covid-19 yang melanda sejak kuartal dua 2020.

Laporan BPS Jawa Timur menyebutkan, perekonomian Kota Madiun tahun lalu mengalami kontraksi hingga mencatat angka minus 3,39 persen. Pun, pengangguran meningkat dari 5,55 persen menjadi 8,32 persen. Bersamaan itu, kemiskinan naik dari 4,35 persen menjadi 4,9 persen. Beruntung, inflasi mampu ditekan hanya 1,86 persen sehingga tidak terlalu mengganggu konsumsi rumah tangga.

Legislatif juga merekomendasikan langkah taktis untuk percepatan dan kelancaran pelayanan vaksinasi bagi kelompok rentan, pelayanan publik, serta pekerja ekonomi kerakyatan. Selain itu, meminta pemkot segera melakukan perencanaan kebijakan pembelajaran tatap muka kembali di sekolah. ‘’Sebagai langkah pemulihan kualitas pendidikan yang merupakan penunjang IPM (indeks pembangunan manusia, Red),’’ ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra yang memimpin rapat paripurna kemarin berharap, rekomendasi legislatif ditindaklanjuti eksekutif untuk perbaikan sistem pemerintahan. ‘’Ini sifatnya bukan penolakan, tapi memberikan rekomendasi, saran, dan masukan untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,’’ kata Andi Raya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi mengakui bahwa pandemi Covid-19 mengakibatkan sektor perekonomian mengalami pukulan telak. Karena itu, pihaknya akan berupaya maksimal melakukan pemulihan ekonomi berbasis lokal. ‘’Kami berupaya untuk melakukan intervensi berbasis lokal melalui kelurahan mandiri,’’ tutur Maidi. (kid/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button