Ngawi

Soal Pemindahan Aset di Lahan Pondok Gontor, Dinkes Siap, Dindik Masih Gelap

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Proses pemindahan aset milik pemkab di atas lahan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri hingga kini tak kunjung tuntas. Dari sejumlah aset yang bakal dipindah, baru Puskesmas Mantingan yang sudah menyatakan siap boyongan. ‘’Rencananya tahun ini (dipindahkan),’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi dr Yudono Minggu (26/1).

Pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk memindahkan puskesmas tersebut. Lokasinya di Dusun Ngrancang, Desa Mantingan. Proses pindahan akan dilakukan setelah bangunan puskesmas baru siap. ‘’Mudah-mudahan proses itu nanti tidak mengganggu pelayanan,’’ harapnya.

Dia tak menampik rencana pemindahan puksesmas itu berkaitan dengan kebutuhan pihak Pondok Gontor dalam waktu dekat ini. Yakni, rencana membangun fakultas kedokteran yang lokasinya disebut-sebut di bekas bangunan Puskesmas Mantingan.

Selain Puskesmas Mantingan, beberapa aset milik pemkab lainnya juga bakal dipindahkan. Di antaranya, SMPN 1 Mantingan dan SDN 1 Sambirejo. Kebetulan ketiga aset tersebut lokasinya berdekatan. ’’Mungkin karena sama-sama ada kepentingan (pembangunan fakultas kedokteran, Red), jadi tidak perlu menunggu dinas lain siap (pindahan),’’ paparnya.

Jika dinkes sudah memiliki rencana memindahkan Puskesmas Mantingan tahun ini, berbeda dengan dinas pendidikan (dindik). ‘’Kami belum tahu persis detail rencana itu. Kami juga belum sempat cek (rencana pemindahan aset),’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ngawi Muhamad Taufiq Agus Susanto.

Proses pemindahan sekolah, khususnya SMPN 1 Mantingan, sebenarnya sudah siap sejak dulu. Bahkan, pemkab telah membeli lahan pengganti di Desa Mantingan. Sayangnya, dinas terkait belum bisa menindaklanjuti rencana itu lantaran proses pengadaan lahannya diduga dikorupsi dan saat ini dalam penyelidikan polisi. ‘’Kalau untuk masalah itu (proses hukum, Red) kami tidak tahu sama sekali,’’ ucap pria yang baru menjabat kadindik awal Januari 2020 tersebut.

Menurut Taufiq, masalah itu murni ranah aparat penegak hukum (APH), dalam hal ini Polres Ngawi. Meski demikian, pihaknya berharap semuanya segera klir sehingga rencana pemindahan sekolah itu bisa dilanjutkan. Jika berlarut-larut, dikhawatirkan berdampak pada sekolah tersebut. ‘’Kami khawatir trust masyarakat jadi turun kalau tidak segera ditangani,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close