Magetan

Soal Nama Bupati Soedarmono, Disparbud Mentahkan Klaim Disperkim

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Ternyata, tidak hanya di tugu nol kilometer. Nama Bupati Magetan ke-23 Soedarmono juga tercantum sekali di Pendapa Surya Graha pemkab setempat. Tepatnya di balik pendapa. Nama-nama bupati yang pernah memimpin Magetan mulai Josonegoro pada 1675 hingga Suprawoto terpahat.

Penulisan Soedarmono hanya sekali dengan masa jabatan 1988-1998 (10 tahun). Sedangkan Sumantri yang juga menjabat 10 tahun ditulis dua kali. Padahal, sama-sama menjabat dua periode berturut-turut. Diduga, tulisan di belakang pendapa itu jadi referensi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan untuk penulisan di tugu nol kilometer.

Sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Magetan yang diklaim Plt Kepala Disperkim Magetan Mujiono sudah mengoreksi penulisan nama bupati mementahkannya. Kepala Disparbud Magetan Venly Tomi Nicholas menegaskan tak pernah mengoreksi penulisan nama-nama bupati di tugu nol kilometer.

Sebab, menurut Venly, itu bukan kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya. Bahkan, pihaknya sudah mengingatkan untuk koordinasi ke bagian pemerintahan. ‘’Nama-nama bupati bukan urusan kami,’’ kata Venly Jumat (17/1).

Penulisan nama Soedarmono yang hanya sekali, lanjutnya, memang menimbulkan anggapan hanya satu periode. Mengingat, Sumantri yang juga menjabat dua periode ditulis dua kali. Menurut dia, masalah ini terbilang sensitif. Apalagi, bagian dari sejarah Magetan yang harus disampaikan secara jujur dan akurat. ‘’Waktu itu sudah kami ingatkan, kalau untuk penulisan nama bupati bukan kami,’’ ujarnya.

Pihaknya hanya merekomendasi penulisan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Magetan di tugu nol kilometer. Naskah itu sudah benar. Sama seperti yang dibacakan setiap peringatan hari jadi Kabupaten Magetan. Dia menyebut tidak ada dasar akurat mengenai sejarah itu. Hanya ditandai candra sengkala manunggaling rasa hambangun.

Kabag Pemerintahan Setdakab Magetan Masruri berjanji bakal mengecek arsip nama-nama bupati Magetan lagi. Namun, dia membenarkan Soedarmono menjabat dua periode berturut-turut. Hanya perlu diingat, tragedi 1998 silam. Apakah juga berdampak terhadap pemerintahan di Magetan. ‘’Kami perlu cek berkas dulu,’’ katanya.

Penulisan nama-nama bupati pada tugu nol kilometer dan belakang pendapa, memang memiliki kesamaan. Nama Bupati Soedarmono ditulis sekali periode 1988-1998. Seharusnya dipisahkan 1988-1993 dan 1992-1998. Memang, perlu dikoreksi. Terkait gelar kebangsawanan atau akademik, tidak ada masalah. Sebab, konteksnya tidak formal. Berbeda dengan penulisan naskah formal, seperi surat keputusan (SK). ‘’Sifatnya hanya pengumuman,’’ sebutnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close