Magetan

Soal Kios PKL di Atas Trotoar, Bongkar Sendiri atau Dibongkar Paksa

Beri Waktu Sepekan PKL Liar Pandeyan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pedagang kaki lima di Desa Pandeyan, Maospati, Magetan, bongkar lapak. Pasalnya, kios permanen mereka dibangun di atas trotoar. Tepatnya di pinggir jalan kabupaten arah Madiun. ‘’Mereka memanfaatkan trotoar yang sudah bagus itu,’’ kata Kepala Desa Pandeyan Budi Selasa (25/2).

Menurut Budi, kawasan yang ditempati PKL itu bukan pasar desa. Rencananya, pasar desa akan dibangun di tanah bengkok sekretaris desa yang bakal ditukar guling dengan tanah kas desa. Dalam waktu dekat akan dirapatkan. ‘’Para PKL itu bukan bagian dari pasar desa,’’ ujarnya.

Para pedagang sempat mengklaim sudah mendapat izin dari kepala desa untuk membangun kios di trotoar. Namun, pemerintah desa (pemdes) setempat tegas membantah tidak pernah mengeluarkan izin. Sebab, trotoar bukan aset desa. ‘’Saya pernah menyarankan untuk konsultasi dengan DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, Red),’’ tuturnya.

Meski begitu, para PKL juga tidak mengantongi izin dari DPUPR Magetan. Sehingga, mereka dianggap mengganggu ketertiban umum. Sekitar 12 PKL itu bermunculan sejak trotoar selesai dibangun. ‘’Kami serahkan penindakannya kepada pihak yang berwenang,’’ ujarnya.

Kepala Satpol PP-Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi menyebut telah mendatangi lokasi. Menurut dia, para PKL itu mengklaim bagian dari pasar desa. Namun, setelah dikroscek, pemdes  setempat membantahnya. ‘’Jadi, terbukti kalau keberadaan mereka liar,’’ katanya.

Mereka dianggap mengalihfungsikan trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki. Bahkan, mereka mendirikan tiang-tiang dengan penyekat seng di trotoar untuk buka lapak. Bahkan, menutup seluruh badan trotoar. ‘’Itu melanggar Perda 3/2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat,’’ sebutnya.

Pihaknya telah memberi peringatan lisan agar mereka tidak buka lapak di atas trotoar. Bahkan, ada sebagian warung didirikan di atas tanah desa. Ternyata, peringatan itu tidak digubris. Sehingga, surat peringatan pertama dilayangkan Senin lalu (24/2). ‘’Mereka kami beri waktu sepekan untuk menghentikan aktivitas,’’ ujarnya.

Pihaknya tetap akan melakukan pendekatan humanis dulu. Pun meminta para pedagang membongkar sendiri lapak mereka. Sebelum petugas membongkar paksa. ‘’Salah kalau mereka menggunakan trotoar untuk jualan, bukan tempatnya,’’ tegasnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close