MadiunPendidikan

SMAN Geger di Wilayah Risiko Tinggi Covid-19

Tatap Muka Zona Bahaya

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun berani merekomendasi SMAN Geger menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Padahal, wilayah lembaga pendidikan itu berstatus zona merah. Alias berbahaya dengan risiko tinggi persebaran Covid-19 sesuai peta epidemiologi dinas kesehatan (dinkes) per Senin (5/10).

Selain masih ada satu pasien positif dirawat, Kecamatan Geger merupakan wilayah dengan kasus korona terbanyak di kabupaten ini. Yakni, 16 kasus positif dan empat pasien meninggal. ‘’Kami akan berhati-hati agar tidak sampai muncul klaster sekolah,’’ kata Kepala SMAN Geger Makmun Fathoni.

Fathoni telah membaca data bahwa lembaga yang dinakhodainya berada di zona merah. Kekhawatiran mengenai potensi penularan korona pun ada di benaknya. Namun, dia meyakini hal buruk tidak akan terjadi bila protokol kesehatan dilaksanakan disiplin.

Mobilitas yang dijaga bukan hanya di lingkungan sekolah, melainkan juga luar sekolah. Berkaca adanya guru SD dan SMP bisa tertular korona meski tidak menggelar PTM. ‘’Uji coba PTM dilakukan semaksimal mungkin demi pendidikan anak-anak,’’ ujarnya.

Fathoni mengklaim lembaganya siap menjalankan amanat surat nomor 420/547/402.011/2020 tentang PTM tahap II yang ditandatangai Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto. Mulai sarana dan prasarana (sarpras) sampai teknis pelaksanaannya. Membagi separo dari total 1.005 siswa kelas X hingga XII. ‘’Hari pertama (kemarin, Red) uji coba diikuti 435 siswa. Mereka telah menyertakan surat izin dari orang tua atau wali murid,’’ ungkapnya.

Berdasar surat kesehatan, Fathoni menyebut guru dan karyawan diketahui sehat di hari pertama uji coba. Pihaknya belum bisa memfasilitasi uji cepat Covid-19 karena biayanya tidak murah. ‘’Total guru dan karyawan di sini 75 orang,’’ sebutnya.

Camat Geger Iwan Ardi Setyobudi mengatakan, supervisi telah dilakukan sebelum menunjuk SMAN Geger melaksanakan uji coba PTM. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun, dan GTPP tingkat kecamatan terjun langsung mengecek kesiapannya. ‘’Mudah-mudahan tidak ada masalah. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten Madiun,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Mobilitas Orang Siapa Tahu

SEBANYAK 90 siswa SMAN Geger tidak memperoleh  restu orang tua mengikuti uji coba PTM Senin (5/10). Gantinya, puluhan peserta didik itu melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ‘’Takut dan khawatir karena masih pandemi Covid-19,’’ kata Lusi Dwi Anggraini, salah seorang siswa SMAN Geger yang mengikuti PJJ.

Lusi menceritakan alasan orang tuanya tidak mengizinkan ikut uji coba PTM. Yakni, adanya kerumunan ratusan siswa di sekolah. Sejauh mana mobilitas seseorang tidak ada yang tahu. ‘’Tidak ada yang tahu ke mana perginya teman atau guru di luar sekolah,’’ ujarnya.

Sejatinya, siswi kelas XII itu lebih suka PTM ketimbang PJJ. Belajar di rumah membuatnya tidak fokus. Contohnya, ketika mengikuti kelas Zoom, orang tuanya tiba-tiba minta bantuan. ‘’Tapi, saya tidak bisa jawab ketika orang tua mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab kalau anak kena korona,’’ terangnya.

Orang tua Asa Daintya, siswa lainnya, punya pandangan berbeda. PTM tidak direstui dengan alasan jam pelajaran dipangkas. Dengan kalimat lain, kadar ilmu yang diberikan saat PTM dan PJJ tidak jauh beda. ‘’Orang tua saya guru SD dan MTs. Keduanya tidak mengizinkan ikut PTM,’’ kata siswa asal Desa Ketawang, Dolopo, itu. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close