News

Slogan Budaya Tertib

×

Slogan Budaya Tertib

Share this article

Slogan Budaya Tertib – Gambar di atas adalah sebuah susunan. Artinya 9 poin di atas wajib dilakukan oleh siswa. Jika dicermati, aturan di atas mengajarkan beberapa hal kepada siswa. Poin pertama menunjukkan bahwa siswa tidak boleh terlambat. Poin kedua adalah melatih siswa untuk berbaris sebelum masuk kelas dan rapi serta teratur. Poin ketiga mengajarkan siswa untuk selalu menghormati dan menghormati guru. Poin keempat menekankan pada peningkatan aspek spiritual siswa agar siswa senantiasa mengamalkan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Poin kelima melatih siswa untuk belajar mandiri serta melatih keberanian dan pola pikir siswa. Poin keenam melatih siswa memperhatikan apa yang diajarkan guru. Poin ketujuh, selain melatih integritas siswa, mengajarkan siswa untuk mampu menghargai pembicara. Poin kedelapan mengajarkan siswa untuk disiplin dan mengenal jati diri sekolah. Yang terakhir ini menanamkan religiusitas pada siswa dan rasa hormat terhadap guru mereka.

Gambar di atas merupakan semboyan yang diungkapkan oleh Ki Hajar Devantara. Slogan di atas mengandung nilai-nilai filosofis yang nantinya dapat membentuk kepribadian peserta didik. Dijelaskan dengan “Ing Nagarso Sung Tuladha”, artinya guru hendaknya memberikan teladan kepada siswanya sebagai guru yang lebih dewasa dan berpengalaman. Yang dimaksud dengan “Ing Madya Mangung Karso” adalah guru selain sebagai teladan juga harus mengajar, mendampingi, dan mendidik peserta didiknya agar menjadi manusia yang berakhlak mulia. Terakhir, “Tut Vuri Handayani”, artinya guru juga harus mampu dan harus selalu memberikan dorongan dan motivasi kepada siswanya untuk berkembang sesuai bakatnya dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Slogan Budaya Tertib

Gambar di atas adalah slogan. Gambaran di atas memperjelas bahwa siapa pun yang gemar membaca akan diperkaya ilmunya. Hal ini dapat memotivasi siswa untuk terus membaca. Jadi guru tidak mau memaksa siswanya untuk membaca. Hanya dengan membaca slogan ini, siswa yang cerdas tidak perlu diperintah, namun secara otomatis minat membaca mereka mulai tumbuh.

Baca Juga  Mengapa Manusia Membutuhkan Pertolongan Allah Swt

Percontohan Madrasah Antikorupsi Demi Mewujudkan Anticorruption World

Gambaran di atas adalah budaya yang mulai diterapkan di sebuah sekolah. Budaya di atas ditujukan untuk para guru. Ini sebenarnya merupakan aturan atau perintah bagi guru, namun dikemas dengan bahasa sedemikian rupa, agar hasilnya terlihat lebih baik. Setelah membaca 10 budaya ini, seorang kepala sekolah tidak perlu menegur guru yang melakukan 10 hal tersebut. Guru harus menyadari tanggung jawabnya sebagai staf profesional. Seorang guru yang baik akan merasa sangat malu jika dia melakukan apa yang tertulis dalam 10 budaya malu. Hal ini bagus, karena ada keadilan antara siswa dan guru. Siswa tidak hanya diberikan peraturan dan ketentuan, tetapi guru harus dilatih menjadi profesional, tetapi dalam bahasa yang berbeda dalam kursus.

Gambar di atas menunjukkan empat pilar kebangsaan. Selain mempelajari mata pelajaran tersebut, siswa juga harus menanamkan rasa nasionalisme dalam diri mereka. Diharapkan para pelajar mampu mencintai tanah air dengan memasang empat pilar bangsa di atas. Siswa diharapkan mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Siswa diharapkan memahami makna UUD 1945 dan belajar memahami isi pasal-pasalnya. Terakhir, dengan semboyan “Binnaka Thunggal Ika” diharapkan para siswa mampu menciptakan rasa kerukunan dan persatuan di kalangan warga sekolah meskipun berasal dari kalangan yang berbeda.

Slogan tertib lalu lintas, tertib, slogan budaya indonesia, tertib sholat, budaya, slogan tentang budaya, slogan budaya, tata tertib paud, contoh tata tertib kelas, slogan budaya hidup sehat, tata tertib, tertib wudhu