Madiun

SKD CPNS di GCIO, Batal Tempati API-Asrama Haji

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun ­– Pemkot berpaling dari Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) dan Asrama Haji. Kedua tempat itu batal ditempati seleksi kompetensi dasar (SKD).

Seleksi CPNS bakal ditempatkan di Government Chief Information Officer (GCIO). Gedung baru milik diskominfo di Jalan Perintis Kemerdekaan itu dipercaya lebih representatif dari kedua tempat yang sebelumnya sempat dijadikan opsi. ‘’(Persiapan SKD) ini sudah dibahas dan ditentukan dalam rakor (rapat koordinasi, Red) di BKD Provinsi Jatim,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Haris Rahmanudin Kamis (9/1).

GCIO, tegas Haris, lebih siap dari sisi sarana-prasarana. Panitia seleksi daerah (panselda) menilai GCIO yang baru diresmikan akhir 2019 lalu memiliki fasilitas lengkap ketimbang API dan Asrama Haji. ‘’Kesiapan sarpras memengaruhi efisiensi waktu pelaksanaan SKD,’’ ujarnya.

Haris pun membeberkan keunggulan GCIO dibandingkan dua opsi tempat terkait. Dari segi tata letak, GCIO memiliki ruang tunggu peserta, ruang metal detector (scan barcode) dan penitipan barang, ruang pengarahan, ruang tunggu keluarga, serta ruang seleksi yang representatif dan nyaman. ‘’Sehingga mekanisme pelaksanaan secara teknis nanti dapat lebih tertata,’’ jelasnya.

Dari sisi sarpras, GCIO dilengkapi satu genset, UPS server, CCTV, barcode scanner, pengacak sinyal, internet dedicated, toilet portabel, metal detector, dan dilengkapi ambulans. Jumlah perangkat komputernya disediakan 220 unit. Juga sanggup menampung total peserta sebanyak 3.781 orang. Mempertimbangkan kapasitas itu, maka panselda hanya membutuhkan waktu empat hari (27-30 Januari). Setiap hari dilaksanakan lima sesi SKD. Masing-masing SKD diikuti 200 peserta dengan durasi 90 menit. Berbeda jika penempatannya di API yang laboratoriumnya hanya memiliki 100 komputer. Itu bisa memakan waktu hingga sembilan hari. ‘’Komputernya sewa pihak ketiga. Tarif per unitnya Rp 150 ribu per harinya,’’ terangnya menegaskan keputusan ini juga lebih mengefisiensi anggaran.

Asrama Haji akhirnya juga tidak masuk pilihan lantaran di sana harus melakukan penataan dan instalasi ulang seluruh sarana-prasarana. Proses itu cukup rumit dan memakan banyak waktu serta anggaran. ‘’Secara sarpras lebih ready di GCIO,’’ tegas Haris.

Sebelumnya, GCIO telah dipilih sebagai tempat diselenggarakannya tryout dengan sistem computer asissted test (CAT). Sebanyak 400 peserta yang terpilih dari ribuan pendaftar merasa nyaman menggunakan tempat tersebut. ‘’Harapannya SKD dapat berjalan dengan baik dan lancar,’’ ucapnya. (kid/c1/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close