Ponorogo

Siswa MTsN 1 Jetis Sambangi Dapur Redaksi Radar Madiun

Belajar Asik Ilmu Jurnalistik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keingintahuan siswa dan siswi MTsN 1 Jetis Ponorogo terhadap ilmu jurnalistik tinggi. Buktinya sebanyak kurang lebih 28 siswa dan siswi asal Kota Reyog itu bertandang ke Kantor Jawa Pos Radar Madiun di Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 12 Madiun sekitar pukul 09.00, Senin (5/11). Mereka mengunjungi dapur redaksi untuk berburu ilmu jurnalistik. Termasuk tahapan produksinya.

Kunjungan siswa dan siswi MTsN 1 Jetis Ponorogo tersebut disambut oleh Redaktur Jawa Pos Radar Madiun, Wawan Isdarwanto. Ditemani dengan guru pembimbingnya, mereka mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang ilmu jurnalistik. Bagaimana teknik penulisan berita yang baik dan benar. ‘’ Kami harap dengan kunjungan seperti ini siswa-siswi bisa meningkatkan ilmu jurnalitik lebih banyak lagi, ’’ ungkap guru pembimbing MTsN 1 Jetis Ponorogo, Supaidi.

Dalam kunjungannya ke Kantor Jawa Pos Radar Madiun, Supaidi mengungkap jika siswa dan siswinya tidak hanya belajar mengenai ilmu jurnalistik. Bahkan proses produksi koran setiap harinya. Tidak hanya itu, beberapa siswa pun menjajal cara menata halaman koran sebelum dicetak. ‘’ Kami harap siswa bisa memafaatkan kunjungan ini dengan sebaik mungkin karena kami juga mempuntyai majalah kreatif yang rencananya akan mulai terbit Desember mendatang, ’’ imbuhnya.

Ketua Panitia Kunjungan MTsN 1 Jetis Ponorogo, Nera Veriska Suhana gembira dengan kunjungan ke Kantor Jawa Pos Radar Madiun. Pasalnya selain mendapatkan ilmu tentang jurnalistik, dia akhirnya tahu betul peran media masa untuk meningkatkan kemajuan teknologi. ”Kami merasa senang bisa berkunjung ke redaksi Radar Madiun, dan berharap tahun depan bisa kesini lagi. ‘’ tuturnya.

Sementara itu, redaktur Jawa Pos Radar Madiun Wawan Isdarwanto menjelaskan tata cara peliputan yang mengharuskan seorang jurnalis untuk turun ke lapangan dan melakukan observasi untuk ditulis dalam bentuk laporan berita. Tulisan tersebut harus dibuat sedemikian rupa agar pembaca dapat merasakan langsung di tempat kejadian meskipun hanya membaca koran. ‘’ (Dalam peliputan, Red) tulisan dan materi harus semaksimal mungkin ditanyakan kepada narasumber. ‘’ tegasnya. (sep/odi/bar)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button