AdvertorialMadiun

Siswa di Kota Madiun Kembali Masuk Sekolah Juli, Guru Harus di-Rapid Test

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mewacanakan penerapan new normal atau normal baru pada sektor pendidikan. Kebijakan itu rencananya bakal diberlakukan saat awal tahun ajaran baru 2020/2021.

Rencana penerapan new normal tersebut dibahas bersama dengan semua kepala SD-SMP beserta wali kota Maidi di GCIO diskominfo, Rabu (27/5). Dari pertemuan itu diperoleh sejumlah kesimpulan. Seperti seluruh guru dan kepala SD-SMP diharuskan menjalani rapid test masal.

Proses itu bakal dilakukan sebelum 15 Juni. Sehingga, pemkot mempunyai waktu jeda lebih dari 14 hari untuk mengarantina tenaga pendidik, apabila di antara mereka ada yang hasil tes cepatnya reaktif sebelum penerimaan peserta didik baru (PPDB) dibuka pada 29 Juni–7 Juli. ‘’Seluruh guru dan kepala sekolah akan kami rapid test dulu. Ketika tenaga-tenaga itu ready dan dinyatakan nonreaktif, maka sarpras juga akan kami siapkan kemudian,’’ kata Maidi.

Yang jelas, kata dia, penerapan new normal pada sektor pendidikan bakal dimatangkan. Saat ini sejumlah aturan teknis terkait kebijakan tersebut sedang dikaji. Seperti rencana pemberlakuan dua sif belajar di sekolah bagi siswa. Antara pagi dan siang dengan pengurangan jam belajar.

Kemudian alternatif lainnya memangkas hari belajar di sekolah bagi siswa kelas I–VI. Seperti kelas I–III belajar pada Senin–Selasa. Lalu, Rabu–Kamis diperuntukkan bagi siswa kelas IV–VI. Sedangkan, Jumat diisi dengan tugas mandiri di rumah. ‘’Semua teknis pelaksanaannya nanti masih akan dikaji lebih lanjut,’’ ujar Maidi.

Yang terpenting, menurut dia, memastikan SDM guru dan kepsek terbebas dari gejala virus korona. Sehingga, para siswa bisa aman saat mengikuti proses belajar di sekolah. Baru setelah itu disiapkan sarpras pendukung protokol kesehatan.

Seperti pengenaan masker di sekolah oleh siswa, mencuci tangan sebelum masuk sekolah, penutupan kantin, serta pembatasan jarak bangku. ‘’Setelah itu ready semuanya, maka anak masuk sekolah dari segi kesehatannya terjaga dan tidak tertular dari lingkungannya,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana menyatakan keoptimisannya dalam penerapan kebijakan new normal pada sektor pendidikan. Artinya proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di antaranya menyediakan tempat mencuci tangan, mengatur jarak tempat duduk minimal satu meter dan penggunaan masker. ‘’Nanti perlu kita matangkan bagaimana mekanisme proses belajar di tengah pandemi Covid-19 ini. Tentunya tetap disiplin jaga jarak, pakai masker dan sebagainya itu tetap kita gunakan sebagai dasar,’’ katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan skrining kesehatan bagi guru dan karyawan sekolah dengan cara tes diagnostik cepat. Sebab, mereka merupakan orang yang besentuhan langsung dengan siswa. Karenanya pencegahan dini perlu dilakukan agar penyebaran virus korona tidak meluas. ‘’Kemudian terkait rapid test yang akan dilaksanakan bagi kepala sekolah dan teman-teman guru itu tujuannya agar mulai awal kita bisa mencegah secara dini,’’ jelas Heri. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

2 Comments

  1. Rapid Massal Tidak Cukup Pak Wali. Simulasi Manajemen Risiko dan Tetapkan SOP Kegiatan Sekolah Berbasis Protokol Kesehatan As Covid 19 , misal :
    1. SOP Masuk Sekolah
    2. SOP Berangkat Sekolah
    3. SOP Mengajar
    4. SOP Bermain
    Berbasis Risiko Covid 19. Diawasi penerapannya. Diukur efektifitasnya. Jika tidak efektif SEGERA PERBAIKI SOP atau Penerapannya. Awareness yg kuat kepada Guru dan Ortu Perihal Manajemen risiko Sekolah Bersama Covid 19.

  2. Jangan terburu2 membuat keputusan apalagi untuk generasi penerus bangsa, sudah 584 anak positif terpapar covid 19 dan 14 diantaranya meninggal, Mendikbud belum memutuskan kapan, maka pimpinan daerah jangan gegabah bertindak sendiri, tolong dipertimbangkan masak2 dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close