Madiun

Singgih Hermawan Terus Berkreasi dengan Kerajinan Bambu

Kreativitas Singgih Hermawan terus bergulir. Setelah sukses dengan miniatur rumah dari bahan stik bambu, kini dia memproduksi kerajinan serupa. Namun, tidak sekadar untuk pajangan, melainkan lebih fungsional. Misalnya, cangkir, sedotan, dan sendok.

_________________________

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

BANGUNAN sebuah rumah di Jalan Mangga Gang XI, Kejuron, Madiun, itu terlihat sederhana. Dinding bagian atas terbuat dari anyaman bambu. Sedangkan lantainya berbahan tegel jadul warna abu-abu.

Kala matahari sedang gagah-gagahnya di atas kepala, di teras depan tampak dua orang sedang asyik bencengkerama. Sementara, di dalam rumah, Singgih Hermawan terlihat sibuk memasang material bambu di sebuah cangkir sambil duduk di kursi.

Pria 37 tahun itu memiliki alasan tersendiri berkreasi dengan cangkir dari bahan stainless steel dengan balutan bambu. Inovasinya itu menjawab keresahannya atas wadah minum dari bambu yang selalu membekas hitam jika diisi kopi.

Dengan bagian dalam berbahan stainless steel, gelas itu dapat dicuci layaknya wadah minuman pada umumnya. ‘’Dulu orang tak mempersoalkannya, karena sebelum ada gelas mereka pakai bambu. Tapi, sekarang, kalau tak bersih jadi soal,’’ ujarnya.

Singgih menekuni usaha kerajinan bambu sejak empat tahun lalu. Bermula saat nasib malang menimpanya pada April 2016. Kecelakaan lalu lintas membuat tangan kirinya patah hingga tak bisa lagi bekerja sebagai tenaga marketing. Pun, hari-harinya lebih banyak dihabiskan dengan berdiam di rumah. ‘’Awalnya saat itu saya ingin terapi dengan membuat kerajinan untuk memulihkan tangan agar bisa digerakkan seperti semula setelah lepas gips,’’ kenang pria yang masih melajang itu.

Kala itu Singgih iseng-iseng membuat tasbih dari kayu. Berlanjut membuat mobil-mobilan dari bekas korek gas. Karena bahannya yang terbatas, dia lantas beralih ke kerajinan keranjang dari koran bekas. Belakangan dia sempat mencoba membuat tas dari limbah plastik. ‘’Ternyata biayanya cukup mahal. Akhirnya saya terinspirasi paman bikin miniatur rumah dari stik bambu,’’ bebernya.

Aktivitas membuat kerajinan itu ternyata membuat tangan kirinya semakin membaik. Pun, Singgih kian bersemangat berkreasi dengan miniatur rumah beserta berbagai perabotnya dari stik bambu. ‘’Rata-rata butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan,’’ terangnya.

Paling sulit membuat pohonnya agar menyerupai aslinya. ‘’Stik bambu saya tumbuk terlebih dahulu, kemudian dipelintir dan dikasih perekat. Setelah itu dibentuk-bentuk melengkung layaknya batang pohon,’’ paparnya.

Kerajinan tangan itu ternyata diminati pasar. Pun, belakangan Singgih merambah miniatur sepeda pancal, skuter, dan lainnya. Berkat keuletannya, pertengahan 2017 dia dipercaya Dinas Sosial Kota Madiun untuk mengikuti bazar kerajinan di Jakarta.

Kerajinan bambu saat ini menjadi ladang utama Singgih mengais rezeki. Meski begitu, dia masih kerap merasakan nyeri dan linu pada tangannya saat kecapekan. Jika sudah begitu, biasanya dia langsung istirahat. ‘’Saya gambling jadi pelaku industri kreatif handmade bambu. Alhamdulillah, peminatnya cukup banyak,’’ ucapnya.

Terakhir dia mewakili Kota Madiun untuk pameran di Inacraft pada April tahun lalu. Pada pameran di Jakarta Convention Center itu, Singgih memajang produknya bersama 1.000-an perajin lain dari berbagai daerah di tanah air. ‘’Pamerannya lima hari. Suasananya luar biasa ramai,’’ kenangnya.

April mendatang Singgih kembali berpameran di Inacraft. Jika sebelumnya produknya sebatas kerajinan bambu sebagai pajangan, tahun ini dia fokus pada produk yang lebih fungsional. Misalnya, cangkir, sedotan bambu, sendok, bolpoin, dan sebagainya. ‘’Tahun ini saya ingin mengembangkan produk yang lebih useless, untuk mengurangi sampah plastik juga,’’ ujarnya.

Sejatinya Singgih sempat mendapat tawaran membuat seribu produk sedotan bambu. Sayang, calon buyer tak cocok dengan diameternya. ‘’Cari bahan bambu yang kuat, lurus, kecil, itu di Madiun sulit. Adanya di daerah dataran tinggi seperti Magelang dan Wonosobo,’’ katanya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button