AdvertorialMadiun

Sinergitas Dewan-Pemkot Ampuh Gaet Wisatawan

Pendapatan Daerah Tak Boleh Lesu Darah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tahun depan pemkot diminta mengoptimalkan pundi-pundi pendapatan dari berbagai sektor. Termasuk mengoptimalkan pajak dan retribusi daerah. Sumber pendapatan daerah tak boleh lesu darah.

Saran itu mengiringi persetujuan dewan atas Raperda APBD 2021 dalam rapat paripurna pengambilan keputusan yang didahului pandangan umum fraksi Rabu (4/11). Tujuh fraksi DPRD Kota Madiun memberikan saran kepada eksekutif.

Jubir Fraksi Gerindra Rina Hariyati menyarankan pemkot memperbaiki sistem pelayanan pungutan daerah. Lewat peningkatan sumber daya manusia dan sistem pungutan. Sekaligus menertibkan wajib pajak dan retribusi daerah. ‘’Terobosan itu perlu dilakukan untuk mendongkrak sumber pendapatan daerah,’’ ujarnya.

Fraksi Demokrat dan PDIP satu suara menyarankan pemkot agar berhati-hati dalam menjalin kerja sama dengan semua pihak. Agar program yang dijalankan tidak berimplikasi hukum di kemudian hari. ‘’Diperlukan keseriusan, kehati-hatian, dan kerja sama yang baik dengan semua pihak,’’ kata Jubir Fraksi Demokrat Ismiati maupun Jubir Fraksi PDIP Sutardi.

Jubir Fraksi PKB Agus Wiyono memedomani anggaran berbasis kinerja (ABK) dalam pengelolaan APBD. Diharapkan organisasi perangkat daerah (OPD) konsisten terhadap usulan program dan kegiatan yang telah tertuang dalam RKPD, KUA, PPAS, dan APBD 2021. ‘’Seluruh program kerja dapat terlaksana sesuai rencana dan waktu,’’ ucap Agus.

Jubir Fraksi Madiun Bermartabat (Mantab) Y. Rudi Wisnu, Jubir PKS-PAN Subiyantara, dan Jubir Perindo Sudarjono mengingatkan pemkot agar menjalankan program kegiatan secara maksimal. Ketiga fraksi itu juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan sesuai konsep agar tepat sasaran dan menjangkau semua kalangan.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) Bagus Miko Saputra meminta seluruh masukan dewan ditindaklanjuti eksekutif. Utamanya terkait optimalisasi pajak dan retribusi daerah. Apalagi kedua komponen itu berandil besar untuk mendongrak pendapatan asli daerah (PAD). Sektor pariwisata diklaim menjadi magnet di Jawa Timur bagian barat. Gencar penataan kota berkat sinergitas dewan dan pemkot. Keberadaannya turut mempercepat pemulihan ekonomi. ‘’Kami apresiasi juga deretan apresiasi pemkot yang telah diraih. Kiranya tahun depan dipertahankan dan ditingkatkan,’’ tuturnya.

Persetujuan dan kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan berita acara antara pimpinan DPRD dan wali kota Madiun. Setelah fraksi-fraksi mencermati jawaban wali kota yang dibacakan dalam paripurna, Selasa malam (3/11). ‘’Digedok tepat waktu dan mungkin pertama di Jatim. Terima kasih kepada dewan selaku mitra kerja eksekutif,’’ ucap Wali Kota Madiun Maidi.

Untuk mengoptimalkan pajak daerah, pemkot menggandeng kejaksaan. Jika ada pelanggar pajak, bakal ditindak kejaksaan. Kecuali bagi yang terdampak Covid-19, bakal diberi kelonggaran waktu. Ketegasan ini ditempuh lantaran sektor pajak dan retribusi daerah berandil besar terhadap PAD. Persentasenya 70 persen. ‘’Bagi wajib pajak nakal harus ada ketegasan,’’ ujarnya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button