PacitanPendidikan

Simulasi Tatap Muka SD-SMP Dikaji Ulang

Khawatir Ledakan Kasus Dampak dari PSBB

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Rencana penyelenggaraan pembelajaran tatap muka bagi siswa SD-SMP di Pacitan kembali dikaji ulang. Pemicunya karena potensi kedatangan gelombang pemudik setelah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. ‘’Tentu kondisi itu bisa memengaruhi, dan kami juga khawatir,’’ kata Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan Indartato Selasa (15/9).

Karena itu, penangguhan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas bagi pelajar SD-SMP menjadi solusi yang dinilainya tepat. Namun, masalah itu masih akan terus dikaji oleh TGTP. ‘’Saat ini jumlah pasien yang dirawat juga sudah menurun drastis. Tentu kami tidak ingin kasus (positif) Covid-19 di Pacitan bertambah,’’ ujar bupati Pacitan tersebut.

Seperti diketahui, rencana dibukanya kembali pembelajaran tatap muka bagi siswa SD-SMP sempat dibahas oleh dinas pendidikan (dindik) kemarin. Hasilnya, sejumlah sekolah di dua kecamatan yang ditunjuk sudah menyiapkan sarpras penunjang protokol kesehatan. Tapi, kesiapan itu bisa saja buyar jika pemkab menangguhkan rencana tatap muka. ‘’Kenapa lambat, karena kami tidak ingin ada klaster sekolah,’’ tegas Indartato.

Meski demikian, dia meminta kajian tetap dilanjutkan sambil menunggu perkembangan yang terjadi. Namun, pihaknya tidak mengubah jadwal simulasi pembelajaran tatap muka yang akan digelar Oktober mendatang. ‘’Kami dapat usulan dari kapolres, seumpama terpaksa dibuka (pembelajaran tatap muka di sekolah) dilakukan mulai kelas VI (SD) dan kelas IX SMP dulu,’’ terang Indartato. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close