Madiun

Simpang Siur Pemberangkatan Haji 2021

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Status Indonesia sampai saat ini belum dicoret oleh Pemerintah Arab Saudi dari daftar hitam (blacklist) negara yang boleh berkunjung ke Tanah Suci. Dampaknya pemberangkatan haji tahun 2021 berpotensi dibatalkan seperti tahun sebelumnya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Madiun Koirul Kamami menyatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari kemenag pusat soal pemberangkatan haji. Kendati diselimuti ketidakjelasan, pihaknya memastikan kuota calon haji sampai kini masih utuh. Jumlahnya tetap 187 calhaj. ‘’Kami tetap siapkan kuota pemberangkatan di tahun ini. Sembari menanti keputusan resmi dari pusat,’’ katanya, Kamis (18/2).

Khoirul mengingatkan kepada calhaj agar mengecek keaktifan paspor. Sampai kini, 11 calhaj telah memproses perpanjangan syarat perjalanan ke luar negeri tersebut. ‘’Tahun lalu, seluruh calhaj sudah manasik. Seragam sudah dibagikan. Petugasnya telah ditunjuk dan mengikuti pelatihan sepuluh hari,’’ urainya.

Jika gerbang ke tanah suci telah dibuka kembali, Koirul berharap ada jangka waktu untuk mematangkan persiapan. Sebab, calhaj yang bakal diberangkatkan tidak sedikit. Semisal penentuan kuota, jadwal penerbangan, hotel, catering, penataan tugas dan pemondokan. ‘’Biasanya setelah Idul Fitri sudah fixed persiapannya. Saat pandemi ini, pastinya butuh ekstra persiapan,’’ ujarnya.

Kemenag pusat sempat memberikan tiga alternatif terkait pemberangkatan haji. Pertama, memberangkatkan keseluruhan calhaj jika kondisi di Arab Saudi sudah normal sebagaimana sebelumnya. Kedua, memberangkatkan dengan kuota terbatas sesuai protokol kesehatan. Ketiga, tidak memberangkatkan sama sekali. ”Sampai sekarang belum bisa dipastikan alternatifnya yang mana,’’ ungkapnya. (mg7/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button