Ngawi

Sidak di SMPN 1 Pitu Temukan Kejanggalan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Inspeksi mendadak (sidak) Komisi II DPRD Ngawi ke sekolah-sekolah berlanjut. Kali ini mereka giliran menyasar sejumlah SMP di Kecamatan Pitu. Hasilnya, di SMPN 1 Pitu wakil rakyat dibuat ’’baper’’ karena mendapati kualitas plesteran dinding gedung perpustakaan yang dinilai buruk.

Semen plesteran dinding gedung tersebut rontok ketika diketuk menggunakan meteran. Padahal, dana rehab yang digelontorkan tahun ini mencapai Rp 110 juta. ‘’Secara fisik (bangunan) kurang bagus,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto Kamis (7/11).

Selain menyoroti soal kualitas bangunan, Siswanto juga menilai sistem administrasi kegiatan tersebut perlu diperbaiki. Sebab, masih ada beberapa poin yang dipandang kurang baik.

Komisi II juga mempertanyakan kegiatan rehabilitasi jamban di sekolah tersebut. Sebab, ditemukan sejumlah perbedaan dengan kegiatan serupa di sekolah lain. ‘’Kegiatannya sama, volumenya sama, tapi kok anggarannya beda,’’ sebut Siswanto.

Komisi II kemarin juga meninjau pelaksanaan kegiatan DAK di SMPN 2 Pitu. Selain itu, mengecek progres rehabilitasi gedung Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi. ‘’Hasil sidak ini akan kami bahas saat hearing nanti, termasuk soal inventarisasi data sekolah rusak di Ngawi,’’ ujarnya.

Kabid Pembinaan SMP Dindik Ngawi M. Luluk Sodiqi mengaku sudah mendapat informasi sejumlah temuan komisi II tersebut. Termasuk buruknya kualitas plesteran dinding gedung perpustakaan SMPN 1 Pitu. ‘’Sebenarnya itu (dinding yang ambrol saat diketuk, Red) bukan pekerjaan yang sekarang,’’ jelas Luluk.

Dia menyebut, rehab gedung tersebut hanya meliputi bagian lantai dan atap. Sedangkan dinding yang ditemukan kualitasnya dinilai buruk itu tidak termasuk pekerjaan baru. Meski begitu, Luluk mengaku senang atas temuan tersebut. ‘’Kami jadi tahu mana nanti yang perlu mendapat rehab,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button