MadiunPendidikan

Siap Tatap Muka, Dua Lembaga Pelaksana Uji Coba KBM di Kelas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun pelan-pelan menormalkan sektor pendidikan di masa pandemi Covid-19. SDN 1 Mejayan dan SMPN 1 Mejayan diproyeksikan sebagai lembaga pelaksana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) bulan ini. ‘’Telaah stafnya sudah dibuat,’’ kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Adrianto Rabu (16/9).

Rencana pemkab menggelar uji coba PTM jenjang SD dan SMP disampaikan Bupati Ahmad Dawami Senin lalu (14/9). Dalam rapat paripurna penyampaian jawaban pandangan umum fraksi-fraksi raperda perubahan APBD (P-APBD) 2020 di DPRD. Rencana uji coba itu salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan di masa pandemi. ‘’Langkah Pemkab Madiun dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas pendidikan,’’ ujar Kaji Mbing, sapaan bupati.

Kaji Mbing menerangkan, pelaksanaan PTM menindaklanjuti penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Di mana, wilayah zona hijau dan kuning diperbolehkan menggelar kegiatan belajar-mengajar (KBM) tatap muka. Meski begitu, pelaksanaannya harus diikuti ketentuan dan prosedur ketat. ‘’Harus ada SOP (standard operating procedure, Red)-nya,’’ ucapnya.  

Selain itu, lembaga pendidikan harus menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang penerapan protokol kesehatan. Seperti thermo gun, face shield, serta tempat dan sabun cuci tangan. ‘’Bulan ini simulasi pembelajaran tatap muka,’’ sebutnya.

Sebelum memutuskan mencoba PTM, pemkab telah menjalankan berbagai skema pembelajaran jarak jauh (PJJ). Materi pelajaran disampaikan lewat gadget, televisi, dan radio. Juga guru kunjung dengan menerapkan protokol kesehatan. ‘’Bagi anak-anak yang tidak mempunyai fasilitas belajar daring di rumah dapat menggunakan fasilitas di sekolah,’’ tuturnya. (den/c1/cor)

Harap Cemas Tunggu Juknis

RENCANA penunjukan SDN 1 Mejayan sebagai pelaksana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) membuat Dwi Ratna Supriyani harap-harap cemas. Kepala SDN 1 Mejayan itu masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun.

Kendati sarana dan prasarana (sarpras) pendukung kegiatan belajar-mengajar (KBM) tatap muka telah disiapkan jauh hari. ‘’Menunggu hasil rapat bersama forkopimda besok (hari ini, Red),’’ kata Ratna Rabu (16/9).

Ratna berharap juknis dan juklak KBM tatap muka memperhatikan aspek keselamatan. Pasalnya, ada 539 siswa kelas I hingga VI. Ratusan anak didiknya itu bukan hanya dari Kecamatan Mejayan. Melainkan juga Kecamatan Balerejo, Saradan, dan Pilangkenceng. ‘’Saya juga khawatir kalau nantinya muncul klaster baru di sini,’’ ujarnya.

Di luar kekhawatiran itu, Ratna telah menyiapkan sarpras sesuai protokol kesehatan. Seperti menyediakan wastafel, hand sanitizer, dan bilik disinfektan. Bangku-bangku siswa di setiap ruang kelas ditata dengan jarak satu meter. ‘’Informasinya, setiap kelas diisi maksimal 15 siswa,’’ sebutnya.

Ratna mengungkapkan, forkopimda telah memastikan lembaganya sebagai percontohan. Seluruh orang tua siswa akan dimintai persetujuan anak didiknya mengikuti KBM tatap muka. Disinggung persyaratan uji cepat Covid-19 para guru, dia mengaku siap. Asalkan, rapid test itu difasilitasi pemkab. ‘’Kalau rapid test mandiri berat di biayanya. Karena belum semua guru PNS,’’ ujarnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button