AdvertorialMadiun

Siaga Bersama Hadapi Bencana

Mitigasi Diutamakan, Wawasan Ditingkatkan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Motor gergaji mesin yang digenggam erat Bupati Madiun Ahmad Dawami itu berputar. Asap mengepul bersamaan bising suara yang ditimbulkan. Demonstrasi di lapangan Desa Banjarsari, Madiun, Rabu (18/12) demi memastikan salah satu alat penanganan bencana itu berfungsi baik. ‘’Kami siap siaga, tapi tidak kalah penting berdoa kepada Tuhan agar dihindarkan dari bencana alam,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati.

Kemarin pemkab menggelar apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana. Pesertanya sekitar 2.400 orang dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan TNI-Polri. Setelah memberikan arahan, Kaji Mbing memeriksa kesiapan personel dan mengecek berbagai alat kebencanaan.

Selain gergaji mesin, juga ada perahu karet, pelampung, dan alat pemadam api ringan (APAR). Semuanya diketahui dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu. ‘’Pemerintah dan pihak terkait akan bahu-membahu melayani masyarakat,’’ ujarnya.

Kaji Mbing tidak ingin warganya sengsara karena bencana alam. Namun, kesepahaman siaga bersama perlu dibangun. Ketika pihaknya responsif, masyarakat harus menjaga perilaku dan meningkatkan wawasan terhadap kebencanaan. Misalnya, tidak membuang sampah di sungai dan menjaga kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, pencegahan lewat mitigasi bencana harus diutamakan. Memetakan wilayah rawan bencana. Juga membuat konsep penanganan pascabencana dengan baik. ‘’Komunikasi dengan sektor lain harus terus-menerus dilakukan,’’ pesannya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi menyebut bahwa kabupaten ini punya tiga potensi bencana alam. Yakni, puting beliung, banjir, dan tanah longsor. ‘’Titik-titik rawan telah dipetakan. Mitigasi sampai penanganan pascabencana dalam kondisi siap,’’ ujarnya. (den/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close