features

Shokaido Special Kids, Perguruan Karate untuk Anak Istimewa

Lima ABK Berpotensi Menjadi Atlet

Hanya bermodalkan nekat, Mimin Andarini mendirikan Shokaido Special Kids. Awalnya, Mimin hanya ingin buah hatinya yang anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa berolahraga. Kini, setelah dua bulan berdiri, perguruan karate tersebut malah berkembang pesat.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

SUASANA di GOR Denbekang, Manisrejo, pagi itu begitu riuh. Puluhan anak kompak berteriak saat menirukan gerakan karate yang diajarkan si pelatih. Setiap Sabtu dan Minggu pagi, GOR di Jalan Kelapa Sari itu berubah menjadi dojo untuk latihan Shokaido Special Kids. ‘’Seluruh anggotanya ABK,’’ kata Mimin Andarini, pendiri Shokaido Special Kids, Selasa (29/12).

Shokaido Special Kids terlahir karena Mimin merasa ruang bagi ABK untuk berolahraga begitu minim. Padahal, olahraga penting untuk mengasah kemampuan motorik ABK. Pun, buah hati Mimin mengidap cerebral palsy, yang membuat kemampuan motorik si anak terhambat. Dia ingin anaknya bisa berolahraga untuk melatih kemampuan motoriknya. ‘’Padahal saya tidak pernah menggeluti karate, hanya tahu dari YouTube,’’ ujarnya.

Karate dipilih karena Mimin menilai olahraga satu ini relatif aman bagi ABK. Sebab, kerja jantung tidak dipacu secara intens seperti olahraga berat lain. Gerakan yang dilakukan para ABK juga bertahap, sesuai yang diinstruksikan pelatihnya. Selain itu, karate dipandang cocok dengan tagline Kota Madiun sebagai Kota Pendekar. ‘’Belum ada perguruan bela diri khusus difabel. Padahal manfaatnya sangat baik untuk ABK,’’ ungkapnya.

Mimin lantas melempar wacana mendirikan perguruan karate itu di komunitas Special Needs Parents Madiun. Komunitas itu menjadi wadah bagi para orang tua yang memiliki buah hati ABK. Gayung bersambut. Para orang tua tertarik dengan idenya. Usai mendapat lampu hijau, Mimin mencari pelatih yang berminat mengajari ABK. Ternyata juga tidak sulit. ‘’Saya tawari satu orang, ternyata bersedia dan malah membawa dua pelatih lain,’’ terang pengusaha konveksi itu.

Sedianya, Shokaido Special Kids sudah siap didirikan sejak pertengahan tahun ini. Namun, karena pandemi Covid-19 tengah menggila, maka pendirian perguruan karate ini tertunda hingga Oktober lalu. Saat latihan perdana, jumlah pesertanya membeludak. ‘’Di luar prediksi,’’ sebutnya.

Rupanya, warga menyambut positif pendirian Shokaido Special Kids. Jumlah ABK yang ikut berlatih di perguruan ini terus bertambah. Terakhir, jumlah anggotanya 26 anak dengan keterbatasan yang beragam. Mulai tunagrahita, tunarungu, tunawicara, down syndrome, hingga autisme. ‘’Usia anak paling muda 4 tahun, dan tertua 27 tahun,’’ jelasnya.

Shokaido Special Kids kini menggodok lima ABK yang berpotensi menjadi atlet karate. Mereka mendapat porsi latihan lebih besar dibanding ABK lain. Mimin optimistis kelima anak itu mampu berprestasi. Asal mendapat kesempatan, dia yakin setiap ABK mampu menunjukkan hal yang istimewa dalam dirinya. ‘’Perguruan ini juga menjadi wadah silaturahmi, untuk saling mendukung satu sama lain antara orang tua dan anak-anak. Dukungan dan semangat penting untuk pengembangan diri ABK,’’ tandasnya. *(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button