Madiun

Setengah Tahun, Unipma Raih 16 Hibah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (Unipma) menjadi kampus paling agresif sejak berdiri 2017 lalu. Itu dibuktikan dengan torehan berbagai prestasi yang tidak ada habisnya setiap tahun.

Tidak sekadar bersaing di tingkat regional, Unipma juga menunjukan dominasinya di level nasional. Bahkan, sepanjang Januari-Juni tahun ini sebanyak 16 hibah sudah dikantongi perguruan tinggi bergengsi di wilayah Jawa Timur bagian barat itu.

Salah satu hibah yang baru saja diterima adalah Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis (PKM AI/GT). ‘’Saya sendiri kaget dengan catatan prestasi hibah yang diperoleh tahun ini. Bisa dikatakan kami menyapu bersih kompetisi hibah ini,’’ ujar Rektor Unipma Parji, Sabtu (3/7).

Parji menjelaskan, sejumlah hibah yang telah diterima Unipma antara lain top 10 PTS pemenang PKM AI/GT nasional –tepatnya urutan lima- dengan delapan program kreativitas yang lolos. Unipma, lanjut dia, juga menjadi 10 perguruan tinggi penerima hibah KSKI-MBKM terbanyak tingkat nasional dengan menduduki posisi teratas.

Prestasi itu, kata Parji, sudah mampu menggambarkan sejauh mana kualitas kampus, baik dari aspek manajemen, kinerja, maupun kemampuan dosen dan mahasiswa. ‘’Sebenarnya finansial bukan ukuran utama, tapi sangat membantu,’’ ujarnya sembari menyebut dari 16 hibah yang diterima tahun ini kampusnya menerima dana terbilang fantastis, yakni Rp 5 miliar.

Usia Unipma tergolong masih belia, yakni baru lima tahun. Tapi, cikal bakal perguruan tinggi tersebut memiliki sejarah panjang. Unipma hadir dari penggabungan tiga perguruan tinggi. Yakni, IKIP PGRI Madiun yang telah berusia 46 tahun, STT, dan STIE Darma Iswara.

‘’Saat masih berstatus sebagai Unipma, perguruan tinggi ini terus berkembang dan tumbuh. Itu dibuktikan dengan 27 program studi yang telah dimiliki. Terdiri 24 jenjang S1, satu D3, pascasarjana, dan pendidikan profesi,’’ jelas Parji.

Penentapan Unipma sejak Januari 2017 lalu menjadi sinyal hadirnya perguruan tinggi yang mengedepankan atmosfer kompetisi sehat dalam kampus. Pun, manajemen kampus berupaya mendorong sivitas akademika untuk terus berprestasi. Dosen bersama mahasiswa memiliki teamwork yang solid untuk meraih prestasi setiap tahunnya.

Langkah progresif dan agresif dari penghuni kampus pun terlihat dari penetapan ranking universitas di Indonesia. Unipma berhasil masuk top 100 universitas tingkat nasional, tepatnya berada di peringkat 61 versi 4 International Colleges Universities (4ICU).

Sedangkan peringat Webometrik ada di posisi 86 dari 4 ribu lebih perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. ‘’Selain kerja keras, kami sudah terbiasa dengan tradisi kompetisi. Jadi, bukan instan. Atsmofer ini sudah kami bangun sejak puluhan tahun lalu melalui proses berkesinambungan,’’ terangnya.

Parji menyebut, kultur akademik sangat penting dalam kehidupan kampus. Unipma terbiasa menumbuhkan jiwa diskusi yang berkualitas di kalangan dosen dan mahasiswa. Tidak hanya itu, agar mampu menciptakan iklim kompetisi yang sehat, dosen Unipma terbiasa membuat karya ilmiah. Kebiasaan positif ini pun juga ditularkan kepada para mahasiswa. ‘’Dengan kultur akademik seperti itu akan menumbuhkan rasa malu jika tidak berprestasi,’’ urainya.

Dia menambahkan, Unipma telah mampu menjadi perguruan tinggi goes to internasional. Bahkan, empat hingga lima tahun lalu sudah memulai tingkat ASEAN dengan program pertukaran mahasiswa ke Thailand, Filipina, dan Singapura. ‘’Kami sedang merintis untuk masuk ke negara maju, misalmya ke Eropa. Kuliah tamu dari Australia juga mulai kami rintis,’’ pungkasnya. (afi/aan/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button