Ngawi

Setengah Tahun Lesu Serap Anggaran Belanja

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Progres serapan anggaran belanja perangkat daerah (PD) lingkup Pemkab Ngawi tahun ini tidak memuaskan. Hingga triwulan kedua, realisasinya baru sekitar 40 persen dari besaran APBD Rp 2,2 triliun.

Sekda Mokh. Sodiq Triwidiyanto mengakui lesunya penyerapan anggaran oleh sejumlah instansi setengah tahun ini. Semestinya capaian melebihi 60 persen di awal triwulan ketiga. ‘’Ini karena adanya perubahan regulasi untuk refocusing anggaran dan permasalahan SIPD (sistem informasi pembangunan daerah, Red),’’ dalih Sodiq, Senin (2/8).

Sodiq mengatakan, Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) 17/PMK.07/2021 Februari lalu. Regulasi itu mengenai pengelolaan dana transfer ke daerah dan dana desa untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19. Pihaknya mesti menyesuaikan program dan kegiatan yang telah dirancang sebelumnya dengan aturan baru itu. ‘’Perubahannya sangat detail sampai ke pos belanja. Ini seperti membuat rencana belanja baru,’’ ujarnya.

Karena perubahan yang cukup detail, lanjut Sodiq, penyesuaian butuh waktu yang tidak singkat. Di waktu hampir bersamaan, aplikasi SIPD dari Kementerian Dalam Negeri mengalami eror. Kendala itu baru tersolusikan Mei lalu. ‘’Karena gangguan SIPD, realisasi anggaran berjalan lambat,’’ ucapnya. (sae/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button