Madiun

Setengah Tahun, Kejari Kota Madiun Tuntaskan Tiga Kasus Korupsi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sepak terjang selama setengah tahun dibeber Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun bersamaan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 Kamis (22/7). Pun, kinerja selama enam bulan terakhir itu dinilai cukup baik.

Kepala Kejari Kota Madiun Bambang Panca Wahyudi mengungkapkan, sepanjang periode tersebut pihaknya telah menangani 78 perkara bidang umum (pidum). Paling menonjol penipuan dan penggelapan, yakni sebanyak 25 perkara. Kemudian, narkotika (23), dan selebihnya pencurian, perlindungan anak, KDRT, penadahan, pemalsuan surat, perjudian, laka lantas, pengeroyokan, migas, IT, kesehatan, serta menyangkut undang-undang kekarantinaan.

Menurut dia, jumlah tersebut tergolong tinggi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, Bambang meminta penyuluhan hukum terus digencarkan. ‘’Saya justru tidak bangga kalau perkara di suatu daerah itu banyak. Target kami kesadaran masyarakat semakin meningkat. Itu semakin bagus,’’ kata Bambang.

Dia menambahkan, pada bidang tindak pidana khusus (pidsus) ada dua perkara yang ditangani. Yakni, penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kota Madiun 2019. Hal itu didasari surat perintah penyelidikan tertanggal 26 Februari 2021. Namun, telah dihentikan demi hukum pada 7 Mei lalu.

Perkara lain, pada tahun yang sama pihaknya mengeksekusi dua perkara tindak pidana korupsi. Pertama, penyalahgunaan BBM di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun dengan terpidana Suhartono dkk. Kerugian yang berhasil dikembalikan ke kas negara sebesar Rp 70,2 juta pada 18 Februari lalu.

Kedua, mengeksekusi perkara tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Madiun 2009. ‘’Proyek tersebut dibiayai dana penguatan desentralisasi fiskal percepatan pembangunan daerah pada pembangunan tebing Kali Glonggong di Desa Ketawang dengan terpidana Budijono,’’ urainya. (kid/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button