Madiun

Setengah Tahun, Dua Meninggal karena DBD

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Madiun tidak sampai mewabah. Tren kasusnya cenderung menurun sejak Januari lalu. Bahkan, sepanjang bulan lalu tidak ada pasien yang dirawat. ‘’Di tengah pandemi Covid-19, kasus DBB sangat kondusif,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Amam Santosa Minggu (5/7).

Data dinkes, ada 61 kasus DBD semester pertama tahun ini. Perinciannya, Januari 14 kasus, Februari (15), Maret (10), April (16), Mei (6), dan Juni (0). Namun demikian, dua pasien meninggal dunia. Masing-masing pada Januari dan April. ‘’Kalau daerah persebaran merata. Seluruh kecamatan terdapat kasus DBD,’’ paparnya.

Amam menerangkan, DBD termasuk jenis penyakit lingkungan. Peran masyarakat menjaga kebersihan sangat penting untuk menekan penyebarannya. Protokol kesehatan Covid-19 sedikit banyak mengubah pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat. Meski begitu, potensi penambahan kasus tetap ada. ‘’Tindakan dasar 3M (menguras, menutup, dan mengubur) itu tidak sulit, hanya perlu kedisiplinan,’’ tuturnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button