Opini

Setelah Zona Hijau

INI tantangan. Status zona hijau yang ditetapkan gubernur Jawa Timur untuk Kota Madiun Sabtu kemarin (20/6) bukan tanda kita sudah terbebas dari Covid-19. Zona hijau merupakan awal baru untuk semakin bersemangat melawan pandemi ini. Karenanya, kita jangan terlena. Jangan beranggapan bebas keluar-masuk Kota Madiun. Bebas melakukan aktivitas di tempat umum seenaknya. Justru inilah momentum untuk semakin meningkatkan yang sudah baik ini.

Penetapan zona hijau mengingatkan saya akan perubahan status Kota Madiun dari merah ke kuning beberapa waktu lalu. Status kita kembali ke merah sehari kemudian. Itu karena adanya tambahan satu kasus positif lagi. Saya tidak ingin itu terulang. Itu harus jadi pembelajaran. Jadi pengalaman untuk lebih baik lagi kali ini. Zona hijau harus jadi pelecut semangatnya. Masyarakat tentu berharap Covid-19 segera berlalu. Segera dapat beraktivitas normal kembali. Karenanya, saya tidak ingin penetapan zona hijau ini menjadi bendera start untuk melakukan itu. Masyarakat bereuforia berlebihan tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Ini tantangan kita bersama. Di pihak pemerintah, upaya menekan penularan Covid-19 harus ditingkatkan. Saya sudah menginstruksikan tim gugus tugas untuk lebih intens memberikan sosialiasi dan imbauan. Masyarakat mungkin sudah familier dengan petugas yang keliling hampir setiap malam. Selalu kita bagi tiga tim untuk bergerilya ke tiap kecamatan. Bahkan saat peringatan hari jadi kemarin, tim tetap bertugas. Kota kita memang tengah merayakan hari jadi ke-102. Tetapi tidak ada peringatan yang bersifat hura-hura. Tidak ada acara yang mengumpulkan massa. Peringatan kita lakukan dengan penuh keprihatinan. Kita fokuskan pada kegiatan sosial dan keagamaan.

Alhamdulillah, hasilnya Allah SWT mendengar doa kita bersama. Tepat saat perayaan hari jadi, kota kita mendapatkan status zona hijau. Yang pertama di Jawa Timur pula. Sekali lagi, ini tidak terlepas dari upaya kita bersama. Sosialisasi dan imbauan terus kita tingkatkan. Penanganan kesehatan juga tidak ditinggalkan. Kita masih punya pekerjaan rumah ke depan. Empat dari tujuh kasus positif di Kota Madiun masih dalam perawatan. Semoga segera dinyatakan sembuh seperti tiga sebelumnya. Penetapan zona hijau memang bukan karena kita tidak memiliki kasus positif. Tetapi tingkat penularan yang minim menjadi salah satu indikatornya.

Kasus penambahan positif di Kota Madiun rata-rata dalam rentang waktu 1-2 minggu. Artinya, baru ada tambahan kasus setelah lewat satu pekan. Selain itu, jumlah kematian karena Covid-19 juga nihil. Tiga PDP yang meninggal sebelumnya bukan karena Covid-19. Hasil swab ketiganya terkonfirmasi negatif. Tujuh kasus sejauh ini memang tergolong rendah. Apalagi untuk wilayah Jawa Timur memiliki kasus positif cukup tinggi secara nasional. Kota Madiun juga dikelilingi daerah dengan temuan kasus positif yang tak sedikit. Di atas 20 kasus. Ini yang saya maksud tentang tantangan itu.

Upaya pemerintah tentu tak cukup imbauan dan sosialisasi. Kita sudah melakukan rapid test yang terukur. Sudah lebih dari tiga ribu masyarakat yang kita lakukan rapid test. Mulai kepala sekolah dan guru BK, tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, anggota DPRD, wartawan, dan lain sebagainya. Minggu ini, rapid test kita fokuskan untuk guru SD dan SMP non guru BK. Jumlahnya juga ribuan. Rapid akan kita lakukan bertahap. Tenaga pendidik ini penting dan perlu dilakukan rapid test.

Zona hijau berarti kota kita siap menerapkan new normal. Saat ini boleh dibilang menuju konsep kenormalan baru itu. New normal bukan hanya untuk dunia usaha. Tetapi juga dunia pendidikan. Anak-anak akan kembali belajar di sekolah. Saya tidak ingin persiapan setengah-setengah. Anak-anak harus tetap sehat. Orang tua juga harus tenang biarpun KBM di kelas. Untuk meyakinkan orang tua tentu tidak cukup imbauan dan sosialisasi. Rapid test guru bisa jadi bukti. Tim sudah saya minta mencari formula new normal di sekolah. Apakah mengurangi jam belajar, sistem sif, penutupan kantin sementara, pemberlakuan antar jemput, hingga sarana prasarana protokol kesehatannya.

Pun, tidak serta merta kita berlakukan KBM di sekolah setelah semuanya terpenuhi. KBM hanya baru diberlakukan setelah mendapat izin pemerintah pusat. Tentu dalam hal ini Kementerian Pendidikan. Komite juga akan kita ajak bicara. Orang tua siswa tentu memiliki pemikiran masing-masing. Mungkin nanti juga ada alternatif KBM online bagi orang tua yang belum mengizinkan anaknya masuk sekolah. Namun, tentu orang tua wajib memenuhi semua fasilitas yang dibutuhkan untuk KBM online itu. Semua masih dalam pembahasan. Yang terpenting kita terus bersiap dulu.

Masyarakat memegang peran penting dalam penerapan new normal pendidikan nanti. Juga new normal pada sektor lain. Yang sudah disiplin terus dijaga dan ditingkatkan. Yang belum mari kita ingatkan. Karena poinnya bukan pada zona hijau. Tapi bagaimana kita bersikap setelah penetapan zona hijau ini.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close