Pacitan

Setelah Setahun Lebih, Bantuan Bencana Cair

PACITAN – Setahun lebih ribuan warga Pacitan harus menunggu datangnya bantuan dampak bencana 2017 silam. Tak sedikit dari mereka kini masih di pengungsian. Mulai di rumah kerabat hingga di tempat seadanya. Sebab, rumah mereka rusak diterjang longsor dan banjir saat itu. ‘’Bantuan sudah diterima. April, setelah selesai dibuat juknisnya, akan kami serahkan ke masyarakat terdampak,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo kemarin (22/2).

Didik mengungkapkan, akhir tahun lalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghibahkan Rp 139,1 miliar untuk perbaikan kerusakan pascabencana 2017 lalu. Duit Rp 107 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 1.820 rumah warga yang rusak. Perinciannya, 1.270 rusak ringan dan 550 sisanya rusak berat. ‘’Setiap klasifikasi kerusakan akan mendapat bantuan berbeda,’’ jelas Didik.

Saat ini, pihaknya masih menyusun petunjuk teknis dan pelaksanaannya. Pihaknya tidak ingin grusa-grusu dan mendapat masalah keuangan di kemudian hari. Sehingga, amat berhati-hati dalam penyusunan tersebut. Tiga pendamping rencananya bakal diterjunkan tiap 50 penerima bantuan. ‘’Ada tiga disiplin, teknis, pemberdayaan, dan administrasi, akan kami rekrut setelah juknis selesai,’’ ujarnya.

Pun tim verifikasi bakal diterjunkan ke tiap penerima untuk mengetahui kondisi kerusakan bangunan saat ini. Pasalnya, setahun berlalu tak sedikit warga yang memperbaiki rumah masing-masing secara mandiri. Sehingga, bakal ditinjau kondisi kelayakan perbaikannya. ‘’Kalau lantai, dinding, dan atap dinilai belum layak, akan kami bongkar dan perbaiki lagi,’’ tuturnya.

Dari 1.820 rumah rusak tersebut, masih terdapat beberapa warga yang belum menerima bantuan. Pasalnya, surat keputusan usulan masyarakat terdampak tercatat 3.000 lebih yang terdampak bencana. Jumlah tersebut telah terpangkas perbaikan mandiri dan bantuan dari program sebelumnya serta donatur. ‘’Akan kami data lagi yang belum menerima bantuan,’’ janjinya.

Pihaknya berharap hibah dana segar itu dimanfaatkan secara bijak oleh warga penerima. Itu terkait pertanggungjawaban ke depan. Pasalnya, para penerima diminta membuka rekening bank guna menerima transfer anggaran. ‘’Kami bimbing, karena dimungkinkan akan diaudit,’’ pungkas Didik. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close