Madiun

Setahun PJJ, Siswa, Guru, Orang Tua, Sama-Sama Tak Nyaman

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Genap 365 hari para peserta didik tidak dapat menyentuh bangku sekolah. Bulan ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) genap setahun. Ada rindu sebaya di antara mereka. Orang tua pusing tujuh keliling mendampingi putra-putrinya belajar di rumah. Semua karena pandemi Covid-19. Memaksa mereka tetap bertahan dalam kondisi yang tak terprediksi ujungnya.

Ariel Febriansyah, 13, berpamitan pada seorang guru. Sejurus kemudian, dia melesat di atas sepeda kayuhnya. Tak berseragam, tanpa tas, lipatan map merah yang ditenteng sesekali tersibak angin. ‘’Mengumpulkan tugas,’’ kata Ariel, siswa kelas VI SDN Tiron 02, Madiun, Selasa siang (16/3).

Tak ada sorak-sorai anak-anak menyambut bel pulang sekolah. Ariel pun pulang sendirian. Tanpa ada pembelajaran di dalam kelas. Hanya sesaat di sekolah. Sekadar mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan. Bocah itu ingin secepatnya dapat masuk sekolah lagi. Dia kangen dengan teman-teman dan gurunya. ‘’Enak belajar langsung di dalam kelas. Lebih cepat paham dijelaskan guru,’’ ujarnya.

Sementara di ruang kelas VI, di SDN ini juga, terlihat dua anak tanpa seragam sekolah. Masing-masing didampingi ibunya. Seorang guru memberi penjelasan kepada salah satu anak. Di lain sudut, tertumpuk beberapa buku kerja siswa dan lembaran kertas jawaban di atas meja. ‘’Dengarkan itu yang dijelaskan Bu Guru,’’ kata Jinarti, salah satu orang tua, kepada putranya.

Jinarti geregetan. Sebab, perintah guru beberapa waktu lalu tidak dilaksanakan anaknya. Padahal, itu tugas untuk tryout secara PJJ. Latihan mengerjakan soal sebelum ujian sekolah April nanti. ‘’Orang tua seperti saya ini sudah bingung dengan pelajaran sekolah, apalagi matematika. Ini mumpung ketemu guru, saya minta agar didengarkan baik-baik agar tidak salah,’’ ungkap Jinarti.

Dia berharap anak-anak bisa segera masuk sekolah lagi. Selain tidak paham materi pelajaran, Jinarti juga harus bekerja. Tidak bisa mendampingi anak-anak belajar di rumah. Apalagi, si anak susah disuruh mengerjakan tugas. ‘’Karena sedang latihan ujian ini (tryout, Red), saya izin kerja,’’ ujar perempuan yang bekerja bersih-bersih rumah tetangga itu.

Ida Kusuma Wardani, guru kelas VI SDN Tiron 02, mengamini keluhan Jinarti. Bahkan, Ida menyebut tidak sedikit wali murid yang mengeluhkan PJJ. Terutama, orang tua dari siswa laki-laki. ‘’Kebanyakan orang tua mengeluhkan anaknya angel disuruh mengerjakan tugas,’’ tutur Ida sembari menyebut jumlah total siswa di kelasnya 15 anak. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close