Mejayan

Setahun Pemerintahan Kaji Mbing-Hari Wur: Infrastruktur Bukan Prioritas

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Selain kelanjutan Padepokan Kampung Pesilat dan mal pelayanan publik, tidak banyak proyek pembangunan fisik selama satu tahun kepemimpinan Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Hari Wuryanto. Belakangan, mereka mengklaim orientasi pembangunan bukan infrastruktur.

Kaji Mbing, sapaan Ahmad Dawami, beralasan pembangunan non-infrastruktur tidak kasatmata. Namun, bisa dirasakan dampaknya. Seperti kerukunan pada momen tertentu yang sebelumnya rawan gesekan. Selain itu, masyarakat punya rasa memiliki dan membantu membangun kabupaten ini. ‘’Hal tersebut diwujudkan lewat pemberdayaan dan membangun akhlak,’’ katanya.

Sehingga, organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki program meningkatkan derajat kesejahteraan dijadikan skala prioritas. Salah satu kebijakannya adalah peningkatan anggaran dana desa (ADD) hingga 20 persen. Orientasinya pemberdayaan warga untuk menyadari pentingnya hidup sehat dan pendidikan. ‘’Kaitannya menyentuh SDM (sumber daya manusia, Red), bukan sekadar aset fisik,’’ ujarnya seraya menyebut korelasinya mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Menurut Kaji Mbing, investasi Kampung Pesilat sebagai ikon kabupaten ini lebih mahal ketimbang bangunan padepokan. Sebab, tujuan pendeklarasian 14 perguruan silat yang menjadi bagian di dalamnya adalah guyub rukun. Ukuran mahal akan terlihat pada dampaknya ketika terjadi kerusuhan. Terlepas itu, ikon sebagai orientasi ekonomi kabupaten ini ke depan. ‘’Kami sudah membuka jaringan lewat kunjungan dari satu daerah ke daerah lain,’’ tutur bupati.

Dia mengatakan, proyek infrastruktur yang mengarah pengembangan dilaksanakan bertahap mulai tahun kedua pemerintahan. Targetnya meningkatkan infrastruktur jalan memanfaatkan keberadaan tol Ngawi-Kertosono dan pengembangan Selingkar Wilis. Juga menyambungkan Caruban hingga Dolopo. Pun membuka akses warga kabupaten tetangga masuk Kabupaten Madiun. ‘’Kami ingin memberi pelayanan publik agar beban operasional warga itu tidak mahal,’’ ucapnya.

Bupati menyebut, tahapan merealisasikan proyek itu sudah dimulai pada Perubahan APBD (PAPBD) 2019. Namun, dia masih merahasiakan progresnya. Serta titik pengembangannya. ‘’Kami ingin Stasiun Caruban bisa jadi pemberhentian kereta api VIP,’’ katanya sembari menyebut pengadaan lima unit palang perlintasan kereta api siap dipasang. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button