featuresNgawi

Setahun Didi Kempot Wafat, Lek Dahlan Bikin Film Pendek

Tepat hari ini, setahun lalu, Didi Kempot berpulang. Tidak sedikit musisi yang menciptakan lagu untuk mengenang The Godfather of Broken Heart itu. Kali ini, giliran Lek Dahlan dengan sentuhan berbeda. Yaitu, membuat film pendek dari tembang Ojo Sujono.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Ngawi

PANGGILAN masuk dari Yan Teguh Wibowo selepas buka puasa Rabu lalu (28/4) mengagetkan Lek Dahlan. Tak biasanya kepala Desa Ngale, Paron, Ngawi, itu menelepon pada jam quality time bersama keluarga. Rasa penasaran membuncah kala dirinya diminta segera menghubungi Saputri.

Istri pertama Didi Kempot itu ingin membicarakan project mengubah lagu mendiang sang suami menjadi film pendek. Informasi dari lawan bicaranya itu membuat Dahlan Effendi, nama asli Lek Dahlan, membatu beberapa detik. ‘’Saya sempat bengong. Ini beneran apa enggak?’’ kata musisi asal Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, itu Selasa (4/5) menerangkan perasaannya kala itu.

Dahlan menghubungi Saputri sekitar satu setengah jam kemudian. Istri maestro campursari yang wafat tepat setahun itu meminta memfilmpendekkan lagu Ojo Sujono. Judul tembang dalam album Ketaman Asmoro (2016) itu dipilih sebagai titel film pendeknya.

Ojo Sujono reborn terbagi dalam dua format. Selain film pendek, ada klip video. Keduanya menjadi kesatuan yang dirilis dalam waktu tidak bersamaan. Saputri meminta klip video diunggah di akun YouTube resmi Didi Kempot hari ini. Sedangkan penayangan film yang berdurasi sekitar 15 menit itu belum dipastikan harinya. ‘’Saya kurang tahu apakah remake Ojo Sujono ini mengenang setahun meninggalnya Didi Kempot. Tapi, kalau dari permintaan ibu (Saputri) untuk waktu rilisnya, kemungkinan sih iya,’’ papar pria 33 tahun tersebut.

Sebelum mengambil keputusan, Saputri meminta Dahlan membuat naskah dan visualisasi cerita terlebih dahulu. Pada malam itu juga, jalan cerita dan dialog ditulis. Dahlan mampu menyelesaikannya dalam satu jam. Sedangkan teaser dibuat Jumat (30/4). ‘’Jadi, ada semacam penjajakan untuk meyakinkan ibu,’’ ujarnya.

Cerita Ojo Sujono di film berbeda jauh dengan lirik lagunya. Bila syair yang ditulis Didik Prasetyo, nama asli Didi Kempot, itu mengisahkan pasangan yang bertengkar dan akhirnya akur, Dahlan berimprovisasi lebih jauh. Ujung kisah pasangan suami istri adalah perceraian di pengadilan agama. ‘’Inti ceritanya sesuai judul, yaitu jangan berburuk sangka. Tapi, cerita saya ini fiksi kok,’’ terangnya.

Project film pendek ini melibatkan sembilan orang. Perinciannya, enam kru produksi dan tiga pemeran. Lokasi syuting antara lain di depan kantor urusan agama (KUA) dan salah satu rumah lawas di Desa Majasem, Kendal, tempat tinggal Didi. Take videonya dilakukan dua kali. ‘’Tinggal beberapa take video untuk tambahan dan penyempurnaan saja,’’ ucap Dahlan.

Dahlan punya tugas ganda dalam project ini. Selain sebagai sutradara, dia memerankan Didi. Sang istri diperankan oleh Bella Bonita, selebgram Kota Madiun, dan Bangkit Yuyudono sebagai pria idaman lain. Durasi yang hanya sepekan menjadi salah satu kendala Dahlan menggarap project. Tanpa casting, sulit mencari talent yang cocok memerankan sosok The Godfather of Broken Heart itu. ‘’Saya coba akting memerankan Didi Kempot dan ternyata diterima oleh pihak keluarga,’’ ungkapnya.

Tantangan yang dihadapi adalah akting. Dahlan yang dikenal kocak harus beradegan romantis, dan tentu saja ambyar. ‘’Harus menumbuhkan chemistry dengan Bella,’’ ujar pelantun Pasukan Anti Sambat itu.

Warga dunia maya cukup antusias menyambut film pendek Ojo Sujono. Sejak Bella mengunggah teaser di akun Instagram-nya Minggu (2/5), cuplikan video itu telah ditonton 14 ribu kali per kemarin petang. Sedangkan dari akun Dahlan sebanyak 3.000 kali. ‘’Semoga karya ini bisa diterima keluarga almarhum Didi Kempot, masyarakat, dan sobat ambyar,’’ harapnya.

Dahlan memang ingin membuat sebuah karya untuk mengenang penyanyi yang digemarinya sejak kelas V SD itu. Namun, karena sudah banyak musisi yang bikin tribute lagu, dia kepikiran membuat karya film. Keinginannya tersebut sempat disampaikan ke Saputri. Momennya saat diundang launching lagu Wong Ra Ceto di Magetan, Agustus tahun lalu. ‘’Dan, terealisasinya sekarang,’’ katanya.

Mengapa Ojo Sujono yang dijadikan project? Saputri bercerita bahwa lagu itu diilhami kisah nyata biduk rumah tangganya. Pada suatu masa sempat terjadi miskomunikasi antara dirinya dengan Didi. Suaminya itu masuk studio musik di rumah untuk menciptakan lagu sembilan paragraf tersebut. ‘’Memang ada ceritanya sendiri, tapi tidak seekstrem film pendek yang akan dirilis,’’ ujarnya sembari menyebut alasan lainnya adalah belum ada klip video Ojo Sujono yang diunggah di kanal YouTube resmi Didi Kempot.

Saputri menggandeng Dahlan karena percaya kemampuannya. Bersama tim kreatifnya, gaya klip video menjadi lebih melenial. Meski kekinian, namun tetap mempertahankan suara penyanyinya. ‘’Saya mengapresiasi Lek Dahlan bersama tim yang berkenan menggarap film pendek ini. Semoga ke depannya bisa diterima dan menginspirasi masyarakat,’’ tuturnya. *(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button