Ngawi

Setahun Dibangun, Dinding Ruang Lab SMPN 2 Kasreman Retak

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kualitas proyek rehabilitasi SMPN 2 Kasreman, Ngawi, tahun lalu patut dipertanyakan. Betapa tidak, dinding ruang laboratorium (lab) lembaga pendidikan itu diketahui retak. Sejumlah keramik pada lantai ruangannya pun merenggang.

Meski belum genap setahun sejak perbaikan selesai Desember tahun lalu, dinas pendidikan (dindik) mengklaim kerusakannya wajar. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu menduga faktor alam sebagai penyebab tidak awetnya hasil pekerjaan bersumber dana alokasi khusus (DAK) tersebut.

Menurut Kabid Pendidikan Menengah Dindik Ngawi Samirun, kondisi ruang laboratorium rentan terhadap cuaca. Usia bangunan diketahui cukup tua. Selain itu, bentuk penanganannya sebatas rehabilitasi, bukan pembangunan ulang. ‘’Karena usia bangunan sangat rentan. Apalagi situasi alam, baik angin kencang maupun tanah bergerak,’’ ujarnya, Selasa (7/9).

Samirun menyangkal kala disinggung indikasi penyebab kerusakan karena kualitas pengerjaan turun. Hal tersebut akibat dana perbaikan diselewengkan. ‘’Faktor bangunan dan alam,’’ tegasnya lagi.

Dia menyampaikan, kegiatan perbaikan dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah. Sebab, dananya di bawah Rp 200 juta. Sekolah yang melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Kegiatan tersebut mengutamakan sumber daya dan partisipasi warga lingkungan sekolah. ‘’Rehabilitasi menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Termasuk bila terjadi kerusakan setelah proyeknya selesai,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button