Madiun

Setahun, 295 Warga Digigit Aedes Aegypti

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Demam berdarah dengue (DBD) menjadi penyakit yang harus diwaspadai. Dalam setahun terakhir, jumlah penderita meningkat drastis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mencatat ada 295 kasus DBD pada 2019. Sedangkan, tahun lalu terdapat 124 penderita.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Amam Santosa mengatakan, dari seluruh temuan kasus DBD tahun ini, empat penderita di antaranya telah meninggal dunia. Karena saat dibawa ke rumah sakit kondisi trombositnya sudah turun drastis.

Meski demikian, dia menyebut melonjaknya kasus DBD itu terjadi di seluruh daerah di Jatim. ‘’Kasus DBD menyebar di 15 kecamatan,’’ ungkapnya.

Dia menyatakan, penderita DBD biasanya hanya ada ketika musim hujan. Namun, tahun ini berbeda. Hampir setiap bulan ada penderita baru yang terserang DBD. ‘’Tidak ada evolusi nyamuk Aedes aegypti terkait kasus ini. Yang jelas, penyakit ini erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan,’’ kata Amam.

Sebagai antisipasi agar wabah serupa tidak makin meluas pada tahun depan, Amam mengaku sudah melalukan sosialisasi ke masyarakat melalui puskesmas. Pihaknya juga telah menerbitkan surat edaran (SE) ke masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan saat musim hujan turun. ‘’Mempertimbangkan siklus perkembangan nyamuk, kami sudah mengirimkan surat edaran peningkatan kebersihan untuk antisipasi DBD ke seluruh kecamatan,’’ terangnya.

Terkait pemberlakuan pengasapan, Amam mengaku akan membatasi. Pihaknya lebih condong mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Tidak sampai ke jentik-jentiknya,’’ jelasnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close