Pacitan

Sertifikasi Pranikah baru Sebatas Wacana

PACITAN, Radar Pacitan – Wacana program sertifikasi pranikah yang dicanangkan Kemenko PMK ditanggapi beragam oleh masyarakat. Ada sebagian pro, ada pula yang kontra. Kendati demikian, kantor Kemenag Pacitan belum bisa memastikan wacana tersebut. ‘’Itu wacana di pusat. Sampai sekarang, secara resmi belum ada surat kepada kami,’’ kata Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Pacitan Muttongin Rabu (20/11).

Pihaknya kali pertama mendengar wacana itu dari media. Adapun salah satu poin dalam sertifikasi pranikah yang perlu digarisbawahi adalah bimbingan perkawinan. Mereka yang akan menikah bakal diberi bimbingan soal rumah tangga. ‘’Kalau bimbingan seperti itu sudah dilaksanakan sejak 2017,’’ ujarnya.

Namun demikian, Muttongin mengaku dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah kendala. Seperti pelayanan tidak bisa menyeluruh. Ada batasan kuota yang diberikan kepada tiap-tiap daerah. Untuk kantor Kemenag Pacitan, tahun ini diberi kuota sebanyak 26 angkatan. Satu angkatan berjumlah 25 pasang calon pengantin. ‘’Bimbingan seperti ini penting. Dari beberapa yang sudah kami tangani, minim sekali pasangan memahami ilmu perkawinan. Seperti doa untuk berhubungan suami istri,’’ ungkapnya.

Kendati begitu, Muttongin menyatakan siap apabila pihaknya diminta menjalankan wacana tersebut oleh pemerintah pusat. Karena manfaat yang didapat banyak. Sepeti bisa menekan angka perceraian dan angka pernikahan dini. ‘’Kalau pemerintah menghendaki bimbingan pernikahan menyeluruh, kami siap asalkan dibarengi dengan mekanisme yang jelas. Karena merupakan pelayanan gratis dari pemerintah untuk masyarakat,’’ tandasnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close