Magetan

Serbasulit Terapkan E-Retribusi Sarangan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Wacana penerapan tiket elektronik (e-ticketing) maupun e-retribusi di pintu masuk Telaga Sarangan masih sebatas angan-angan. ‘’Ini tidak bisa serta merta menerapkan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan,’’ kata Kabid Pengelolaan Pariwisata Disparbud Magetan Hadi Sumarno Selasa (7/1).

Menurutnya, dibutuhkan strategi untuk penerapan sistem e-retribusi atau e-ticketing tersebut. Karena letak telaga berdampingan dengan rumah penduduk. Sementara target yang disasar oleh disparbud dalam penerapan e-retribusi adalah para pelancong. ‘’Ada pemilahan. Masyarakat Sarangan yang keluar masuk Sarangan tidak mungkin dikenai retribusi,’’ ujarnya.

Hadi menyebut, sistem pemungutan retribusi nanti menggunakan barcode. Hanya, konsep tersebut masih disesuaikan dengan masterplan yang ada. ‘’Jadi, pembangunan ke depan tidak boleh keluar dari masterplan. Termasuk pemanfaatan perkembangan teknologi e-retribusi (e-ticketing),’’ tuturnya.

Diakuinya, sudah banyak pihak yang mendukung penerapan sistem tersebut. Namun, Hadi menegaskan pelaksanaan program itu tidak bisa dadakan. Diperlukan konsep yang matang. ‘’Penerapan e-retribusi (e-ticketing) dapat menekan kebocoran PAD,’’ terangnya.

Pada 2019, hasil pendapatan dari pengelolaan Telaga Sarangan mencapai Rp 15,9 miliar. Sementara, targetnya sebesar Rp 15,7 miliar. ‘’Memahami (pengelolaan dan pengembangan) Telaga Sarangan ini harus utuh, luas, dan visioner,’’ ucap Hadi. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close