Madiun

Serayu Barat Macet Parah

SEMENTARA, kemacetan panjang kerap terjadi di Jalan Serayu barat. Ini menyusul pengalihan arus kea rah Ponorogo via jalur tersebut. Rekayasa lalu lintas sejak sebulan terakhir dilakukan pasca adanya pekerjaan pelebaran saluran air di Trunojoyo. Parahnya, di kawasan ini masih diberlakukan dua arah. ’’Antrenya sampai 15 menit,’’ ujar Diono Widodo, pengendara mobil.

Dia mengaku setiap hari melintasi jalur itu. Sebab, harus mengantar galon dari Patihan ke Demangan. Senada dirasakan Sugeng Mardjoko, sopir truk pengangkut tebu. Menurutnya jalur di kawasan itu paling ideal untuk tujuan ke Pagotan dan Ponorogo. ’’Kalau memutar jalur lain ya semakin jauh,’’ paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi saat dikonfirmasi mengamini padatnya arus di Serayu barat. Menurutnya, upaya yang bisa ditempuh adalah dengan membelokkan para pengendara menuju jalan itu. Alternatif lain setelah di jalan Serayu barat, pengendara dapat berbelok ke Jalan Siak. ’’Kebanyakan lewat jalan Ciliwung, tapi mungkin untuk mengurangi kemacetan bisa belok ke jalan sebelumnya, jalan Siak,’’ jelasnya.

Ansar berharap, pengguna jalan yang melintas setiap hari dapat lebih bersabar. Karena itu hanya berlangsung sementara waktu. Alternatif lain yang sedang dipertimbangkan jika kepadatan terus bertambah, yakni adanya rekayasa lalu lintas satu arah di jalan Serayu barat. Tetapi hal tersebut masih harus melalui banyak pertimbangan lagi. ’’Kalau ada itu nanti perlu sosialisasi lagi paling tidak seminggu. Kami akan survei macetnya seperti apa dulu,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, jika hasil survei kemacetan masih bisa ditoleransi dalam arti tidak terlalu panjang dan lama, maka sementara waktu dia tidak akan mengubah dulu sembari menunggu proyek itu selesai. ’’Kalau tidak terlalu macet, kami tetap mengalihkan jalan ke situ, dan tetap tetap seperti biasanya tidak ada rekayasa lalu lintas,’’ jelasnya. (mgd/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close