Ponorogo

Seratusan Sekolah Dasar Butuh Perbaikan

Pemkab Menanti Sinyal Bantuan Pemerintah Pusat

‘’Macam-macam kebutuhan di tiap sekolah, karena berbeda kerusakannya.’’ IMAM MUSLIHIN, Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Ada puluhan sekolah dasar (SD) di Bumi Reyog yang mengantre perbaikan. Jumlahnya mencapai 60 SD tersebar di berbagai kecamatan. Bahkan, 26 SD di antaranya rusak berat.

Sayangnya, anggaran dari pemerintah pusat sulit turun maksimal lantaran ada ribuan sekolah yang bernasib sama di berbagai daerah. ‘’Saat ini sedang proses pengusulan,’’ kata Kabid Pembinaan SD Dindik Imam Muslihin.

Dari 591 SD negeri dan swasta, sekolah yang terkategori rusak berat di atas 60 persen. Disusul kategori rusak sedang sebanyak 34 sekolah. ‘’Yang kami usulkan perbaikan sebanyak 60 sekolah,’’ sebutnya.

Imam menyebut, ada beberapa sumber anggaran yang bisa diakses. Meliputi dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU). Khusus DAK, persyaratannya lebih ketat. Beberapa waktu lalu, tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) survei ke sejumlah sekolah. Total ada enam SD dan satu SMP yang ditinjau. ‘’Itu yang kemungkinan akan mendapat alokasi anggaran perbaikan,’’ ujarnya.

Dari enam SD tersebut, SDN 3 Balong tidak termasuk. Pasalnya, usulan anggaran perbaikan melalui DAK ditolak oleh kementerian yang kini dipimpin Nadiem Makarim itu. Mereka mengacu data pokok pendidikan (dapodik) sekolah. Di sana, kala diverifikasi, sempat tertera bahwa sekolah dalam kondisi rusak sedang. Bukan tergolong rusak berat. Pihak sekolah dan dindik sebenarnya sudah merevisi data tersebut pasca atap kelas mulai jebol. Tapi, nasi sudah telanjur menjadi bubur. ‘’Untuk SDN 3 Balong, kami coba lewat DAU,’’ tutur Imam.

Jika disetujui, anggaran yang akan digelontor pusat tidak sedikit. Pasalnya, biaya merehab ruang kelas di satu sekolah minimal memakan biaya puluhan juta rupiah. SDN 3 Balong saja memerlukan sekitar Rp 376 juta untuk merehab tiga kelas. ‘’Macam-macam kebutuhan di tiap sekolah, karena berbeda kerusakannya,’’ terang Imam.

Biasanya, pemerintah pusat memberi jawaban akhir tahun ini. Jika disetujui, paling cepat perbaikan baru dilakukan Maret mendatang. Lantaran masih cukup lama, Imam meminta 26 sekolah yang kondisinya rusak berat untuk memindah kegiatan belajar-mengajar (KBM) ke ruangan lain yang lebih aman. Pun, musim hujan segera tiba. Dikhawatirkan hujan semakin memperparah kerusakan. ‘’Terutama jika kerusakan kelas di bagian kerangka atap yang lapuk. Ini untuk sementara,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

Yang Seharusnya Diprioritaskan Malah Dilewatkan

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo turut angkat bicara soal gedung SDN 3 Balong yang terancam ambruk. Rusaknya atap sekolah hingga harus disangga tujuh bambu menunjukkan kualitas sarana prasarana pendidikan masih memprihatinkan.

Pemerintah dianggap lamban dalam memberikan penanganan. Terkesan baru memberikan perhatian setelah terekspos di media massa. ‘’Baru ada perhatian setelah kejadian,’’ kata Ketua PGRI Ponorogo Prayitno Jumat (8/11).

Dia juga menyayangkan penolakan dana bantuan oleh pemerintah pusat. Apalagi, alasan penolakannya hanya dikarenakan kesalahan input data pokok pendidikan (dapodik). Semestinya, pemangku kebijakan terjun langsung ke lapangan memantau kondisi yang ada. ’’Tidak sekadar laporan,’’ ujarnya.

Menurut Prayitno, ada kalanya sekolah yang kondisi bangunannya relatif masih bagus justru mendapatkan bantuan. Sementara sekolah yang seharusnya diprioritaskan malah terlewatkan. Diakuinya, banyak sekolah yang belum tersentuh perbaikan dengan rata-rata usia di atas 15 tahun. Padahal, sebentar lagi masuk musim penghujan. ‘’Jangan sampai kejadian di Pasuruan terulang di Ponorogo,’’ tuturnya.

Prayitno juga menekankan adanya perhatian khusus yang ditujukan kepada operator sekolah. Agar senantiasa memperbarui data dapodik yang selaras dengan kondisi riil di sekolahnya. Menyelesaikan persoalan sarana prasarana memang perlu perhatian khusus. ‘’Ini mendesak dan memang harus diperhatikan,’’ ucapnya. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button